Latest Posts

SPIRIT KEBERAGAMAN – Merry Christmas & Happy New years


SPIRIT KEBERAGAMAN – Merry Christmas & Happy New years
Spiritualitas yang meningkat, kebahagiaan , saling menghargai, kedamaian, kemenangan, begitulah yang bisa saya rasakan dan saya nikmati ketika berada dikota yang masyarakatnya merayakan Natal. Hampir di setiap sudut kota terpapar simbol – simbol perayaan, seperti pohon terang, lampu kerlap kerlip, suasana khusuk di tempat – tempat ibadah, mudik, dan kumpul bersama keluarga besar. Harmonisasi yang dinamis tersebut mampu memberikan keindahan dalam melihat betapa besar ideologi itu tumbuh dari tahun ke tahun, rasa tersebut sangat sama apa yang saya rasakan ketika merayakan Lebaran hari besar umat Muslim.
Sadar atau tanpa kita sadari, yakin atau tidak kita yakini, keyakinan dari kaum Nasrani ini merupakan ideologi yang sangat tua, telah lahir pada abad pertama sebelum Islam lahir, dan Islam sendiri lahir pada abad ke tujuh. Keyakinan - keyakinan tersebut mempunyai andil dalam membumbuhi perkembangan peradaban dunia yang tumbuh begitu berdinamika.
Melihat peristiwa sejarah dari abad Pertama masehi sampai dengan abad - abad selanjutnya , terlihat berkembang secara politis dan menghasilkan simbol – simbol kekuasaan. Awal abad pertama “Roman Empire" mulai memperlihakan eksistensinya tehadap dunia dengan membawa pengaruh doktrinisasi ideologi sebagai landasan kehidupan pada saat itu. Masyarakat yang tadinya mengambang pada akhirnya memiliki keyakinan utuh memeluk paham yang di wariskan oleh Nabi Isa.as. Signalmen positif tersebut terus mengalir dalam kehidupan sehingga rakyat yang tidak mengenal Tuhan akhirnya menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan dari Semesta pemilik bumi dan segala isinya
Seiring dengan perkembangannya, gejolak manusiawi kekuasaan tersebut terus tumbuh sehingga melahirkan paham – paham ideologi yang sama dengan perbedaan pada partisi kekuasaan, salah satunya adalah Kristen Orthodok, tumbuh pada pertengahan abad ke tiga, sejak Byzantium memegang kekuasaan di belahan timur Eropa, Rusia dan berpusat di Constatinople atau lebih kita kenal dengan Istanbul, dan sampai pada akhirnya Islam lahir pada abad ke tujuh dengan membawa pengaruh yang kuat sehingga pada kekuasaan Ottoman di bawah Sultan Mehmet mampu mengalahkan Byzantium dan merebut Constantinople yang berdampak terhadap transisi ideologi.
Saya merasa beruntung karena pernah bersentuhan dengan jejak peradaban tersebut. seperti di Sofia terdapat bangunan gereja yang telah berumur ribuan tahun, dibangun pada abad keenam “St. Sofia”, konon gereja tersebut pernah digunakan sebagai masjid, bahkan Mesjid – masjid yang di bangun sejak kekuasaan Usmaniah masih tegak berdiri, kemudian Hagia Sofia dibangun pada abad ke lima di Istanbul dulunya merupakan tempat ibadahnya agama Nasrani dan pernah dipakai sebagai masjid sejak jaman Usmaniah. Presiden Artarturk menjadikan Hagia Sofia sebagai memorial museum untuk mengenang lahirnya sebuah peradaban besar.
Menarik dari apa yang saya lihat, dari setiap transisi kekuasaan, tempat – tempat yang memiiki sejarah peradaban seperti rumah ibadah masih utuh dan tidak ada satupun bangunan yang dihancurkan. Walaupun beberapa tempat mereka gunakan atau mereka jadikan sebagai tempat ibadah, namun ada beberapa tempat yang mereka tinggalkan bahkan mereka rawat untuk kebebasan pemeluk agama lainnya, keberagaman telah mengajarkan toleransi dari kehidupan ribuan tahun yang lalu.
Pada akhirnya kehidupan beragamalah mampu memberi rasa nyaman kita dalam berinteraksi dari perbedaan – pebedaan yang ada dan meredam konflik-konflik dari hasrat politik kekuasaan, karena konsesi ajaran - ajaran agama manapun didunia ini saya yakin lebih mengedepankan unsur-unsur kemanusian.
Selamat Merayakan Natal kapada teman – teman yang merayakan …and Happy new years

CERITA BEOGRAD II : JEJAK BUNG KARNO

Foto Presiden Pertama Indonesia, Soekarno terpajang rapi di Museum JB. TITO 

Cerita Beograd kedua saya Kali ini begitu berkesan dan sangat spesial karena bisa menikmatinya bersama mantan pacar dan bisa berkunjung ke museum Yugoslavia dimana memiliki bukti sejarah, bahwa negara ini punya pemimpin yang cukup disegani didunia, Presiden JB Tito, ceritanya beliau sangat akrab dengan Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Tito mampu keluar dari pengaruh Rusia dan berdiri sendiri sebagai negara komunis dengan mendirikan non alignment movement atau negara non Block yang diikuti oleh Indonesia pada saat itu, sangat menarik bukan ? dan jika mengunjungi museum Yugoslavia dialamnya juga terdapat museum khusus untuk presiden Tito, dan terpajang rapi foto – foto Soekarno di deretan pemimpin dunia yang memiliki hubungan baik dengan Tito.

Bangga sekali, ketika melihat my first President dihargai dan dihormati oleh sebuah negara dan bukti sejarah ini tentunya harus dishare agar dunia tahu bahwa Indonesia adalah negara yang sangat berpengaruh di dunia. Terdapat dua foto dan bukti bintang penghargaan yang diberikan Soekarno kepada Tito, dan ini menunjukan betapa pentingnya Indonesia dimata dunia.

Seketika muncul pertanyaan di benak saya, apa yang menjadikan Yugoslavia penting buat Indonesia atau Indonesia penting buat Yugoslavia ?, dimana kita ketahui pergolakan menentang ideologi  komunis sudah mulai tampak di Indonesia sejak era tersebut.

Gerakan politik pergererakan berusaha merombak bentuk demokrasi liberal yang tidak menguntungkan para kaum plorateral yang menginginkan perombakan. Ideologi komunis sangat menguntungkan dalam sebuah pergerakan pada saat itu. Paham tersebut sangat memiliki pengaruh kuat,  dimana hampir disetiap negara Eropa pasti memiliki aliansi berpaham sosialis dan komunis. Sejak Lenin memperkenalkan kekuatan sosialis berbasis Marxisme sehingga mampu membangun kekuatan dengan merangkul negara – negara menjadi bagian dari Uni Soviet.

Namun yang menjadi unik buat Yugoslavia sendiri adalah mereka berusaha keluar dari pengaruh Rusia dan mereka ingin menjadi negara berbasi komunis tanpa ada tendensi dari mana- mana.


Presiden Soekarno menyempatkan Gueriila  medal kepada JB. TITO, "The Symbol of Anti Colonial Strugle?" 

Ada foto yang menarik perhatian saya terpajang di museum  Tito, yaitu foto Soekarno memberikan mendali penghargaan kepada presiden Tito, pada keterangan foto tersebut menyebutkan bahwa mendali itu adalah “Gueriilla Medal” merupakan “the symbol of anti colonial struggle”, pada periode 1944 - 1981 Presiden Tito telah menerima 106 penghargaan dari 60 negara dunia.  Medal Guerilla ini merupakan simbol anti kolonial, dimana pada saat itu pada tahun 1945 – 1949 Indonesia sedang berusaha untuk merdeka dan melepaskan diri dari kolonialisme, “symbol of freedom” tersebut diberikan bung Karno kepada Tito dan mungkin bisa  saya asusmikan bahwa Tito merupakan tokoh komunis dunia yang mampu berdiri sendiri dan lepas dari pengaruh negara besar Rusia yang hampir seluruh negara komunis dunia tidak bisa lepas dari pengaruh Uni Soviet pada saat itu.

Terlepas dari isu komunis yang didera Bung Karno pada saat era 1960, Bung Karno adalah tokoh patriotik yang sangat berpengaruh dunia, dan Bung Karno berjuang keras mengantar Indonesia menjadi negara besar dan indepeden tanpa ada pengaruh dari manapun. Akrabnya Bung Karno dengan negara – negara memiliki pengarus komunis dan sosialis,  beliau hanya berusaha mempelajari dan bersentuhan terhadap gerakan perjuangan mereka, sirkulasi sejarah dunia yang mengharuskan kita mempelajari bahwa konsep sosialis dan kapitalis adalah dua arah yang berbeda. Munculnya sosialisme merupakan kondisi  ingin memberikan kesejaheraan, prosperity bagi negara yang sedang mengalami tekanan monarki bahkan feodalisme pada saat itu, dorongan sosial pada saat itu ingin benar – benar ingin membuat rakyatnya sejahtera dan negara berusaha mengatur kesataran tersebut dengan memberikan penghidupan yang layak, pekerjaan dan strata sosial yang seimbang.

Menepis monarkisasi pada era tersebut konsep sosialisme dan bentuk komunisme sangat memiliki  pengaruh terhadap hampir seluruh timur eropa dan beberapa kawawan dunia. Namun tidak menepis sirkulasi sejarah tersebut dapat merubah paham sosialis ketika negara itu telah menjadi kuat hingga mampu menggabungkan konsep kapitalis dalam sistem ekonominya.

Saya merasakan bahwa Bung Karno sangat peka sekali dalam mempertimbangkan bagaimana membuat Indonesia menjadi negara merdeka, negara maju, untuk itu beliau berusaha berkunjung, dan bersahabat ke negara – negara memliki sejarah panjang dengan memiliki pergolakan politik untuk berusaha keras lepas dari penjajahan, dari situlah saya menilai bahwa Presiden pertama Indonesia sangatlah kharismatik dan bijaksana dalam memutuskan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, beliau butuh dukungan dan masukan kepada pemimpin – pemimpin dunia yang sangat fokus dan penuh pengorbanan dalam memperjuangkan negaranya, salah satunya JB. Tito, presiden Yugoslavia yang mampu memukul mundur Nazi dari negaranya.

Sedikit intermezzo ..SouthEastern Europe dan Balkan banyak diwarnai dengan wanita – wanita berparas cantik, bagi yang pernah berkunjung ke wilayah – wilayah Balkan pasti lah sangat setuju dengan apa yang saya katakan, paras mereka sangat berbeda dengan wanita – wanita di eropa Barat, mereka memiliki blasteran dengan kontur mengikuti peradaban - peradaban sebelumnya, perbaduan Yunani, Roma, Turki, dan Rusia sebagai finishing touchnya mampu melengkapi warna dari ciptaan Tuhan yang sempurna nan indah itu,  bisa kebayangkan kenapa Soekarno  bisa berteman akrab dengan JB Tito dimana keduanya sama – sama orang yang sangat menghargai the beauty of Lady.

Lebih satu jam merasakan kedigdayaan JB tito dan Bung Karno, kemudian lanjut lagi keliling - keliling kota Serbia.  Sebagai tips, di Serbia jangan lupa ketika membeli apa – apa setidaknya bill atau bukti pembayaran jangan sampai hilang, ini kejadian saat saya dan isteri tercinta membeli tiket bus untuk kembali ke pusat kota.

Setelah sampai di dua pemberhentian shuttle bus yang kami tumpangi,  kami dicek oleh petugas bus untuk pemeriksaan tiket yang normal dilakukan, dan ketika tiket bus kami diperiksa, muka petugas tersebut tiba -tiba berupah 90 derajat, mulai tidak ramah dan dihalte bus berikutnya kami diminta turun dari bus dan mereka bilang tiket bus kami tidak ada isinya.

Setelah mengalami perdebatan Panjang, sampai saya minta khusus kemereka untuk ikut kami kembali ketempat tiket bus yang kami beli, sipetugas itu tetap ngotot, dan  berulangkali nanya mana bukti pembelian, padahal sudah saya yakinkan kepadanya ayo temani saya kembali kekios toko tempat saya membeli tiket tadi, tetap aja dia gak mau dan terus nanya mana bukti pembeliannya, yang apesnya bill pembelian kami ntah cecer dimana...

Sampai kepada argumentasi mentok, mereka mengancam akan membawa kami kekantor polisi, kami dianggap nipu dengan bawa tiket yang gak diisi dan akan diancam denda sampai dengan 6000 dinar Serbia, wkkkk. Saya merasa saya diancam oleh sang petugas, tantangan itu saya ladeni “ayo kita ke kantor polisi” spontan saya berujar berani yang membuat muka isteri saya juga mulai marah dengan saya, sampai pada akhirnya datang dua pasangan muda yang berusaha membantu kami.  

Ujung cerita, Alhamdulillah akhirnya sipetugas percaya bahwa kami benar – benar habis ditipu dari pembelian tiket tadi, dan pesannya hanya singkat “ jika  beli sesuatu, khususnya untuk tiket bus harian di Beograd, bukti atau bill pembayarannya jangan sampai hilang, dan ketika ada kejadian seperti ini mereka akan gampang membantah dan jika ada billnya mereka tidak bisa mengelak” ujar sipetugas yang galak tadi…happy weekend.(NDY, 18/9/19)

LIR ILIR DAN SULTAN AGUNG MENGGEMA DI BULGARIA




LIR ILIR DAN SULTAN AGUNG MENGGEMA DI BULGARIA

Lir Ilir bergema di Bulgaria,  syair tua itu seperti mendatangkan kekuatan batin hingga mampu menceritakan kembali makna dalam dari syair tua tersebut kepada beberapa publik bulgaria yang tengah menyaksikan pemutaran Film Sultan Agung pada acara Film festival di Varna.

Lir Ilir adalah salah satu  syair paling tua lahir di kisaran Abad ke 14 di negeri ini,  dan diciptakan oleh seorang wali Allah Sunan kali jaga yang  slalu digunakan beliau berdakwah di bumi Nusantara.
Sekitar lebih dari 300 orang menyaksikan pemutaran film Sultan Agung,  sangat  takjub  karena  yg nonton film tersebut serius menyaksikanya dengan seksama, sampai di akhir film ditutup dengan tepuk tangan meriah oleh para penonton.. Sesuatu kejadian langkah ketika nonton bioskop orang orang pada tepuk tangan,  artinya para penonton hanyut dalam flot cerita karya Sutradara Hanung Bramantyo.
Sultan Agung sosok yang kita kenal sebagai raja Mataram,  mempunyai pandangan nasionalis dalam menyatukan Nusantara,  mampu memberikan hawa positif terhadap para penonton film tersebut bahwa  Nusantara memiliki peradaban yang sangat Tinggi.

Cerita sejarah abad ke 16  yang walaupun masyarakatnya terlihat Feodal,  namun menurut saya itulah sebuah proses sosiopolitik dalam sebuah peradaban, sosial masyarakat  begitu menghargai pimpinannya yg mereka anggap agung dan mampu membuat tatanan terhadap sistem kehidupan mereka pada saat itu.
Sultan Agung dalam cerita  babad tanah jawa diyakini juga memiliki  strata brahmana seorang sosok yg religius dan mondok di pesantren, walaupun beliau  keturunan raja- raja Jawa keinginannya untuk menjadi ulama dan berdakwah sangat luar biasa.

Salah satu dialog menarik pada film tersebut ketika Lembayung atau Nimas,  sosok wanita cantik dan merupakan satu toko fiksi yang dihadirkan Henung cukup membuat warna romantis pada film tsb. 
Nimas datang menghadap ke Rajanya karena pasukan Sultan Agung ketika bertempur melawan VoC di Batavia sudah mulai terkuras dan banyak yg telah menjadi korban termasuk sahabat sahabat sang Raja.

Nimas meminta Sultan Agung untuk menghentikan peperangan tersebut namun beliau membantahnya dengan sebuah dialog begitu membekas di telinga ini.." Jika aku hentikan peperangan ini,  saya tidak mau bangsa ini menjadi bangsa terjajah,  dan ini untuk masa depan anak cucu kita  ratusan tahun kedepan".  Dialog yg sangat menggelora tersebut, ntah itu fiksi atau bukan namun semangat membangun peradaban telah dilakukan orang orang hebat di Nusantara yang kaya raya ini.
Sosok Sunan Kali Jaga tidak muncul dalam film ini ,hanya pandangan pandangan dan dakwah Sunan Kalijaga banyak memengaruhi rasa dan jiwa pada film Sultan Agung,  salah satunya Lagu Lir Ilir.

Lir-ilir, lir-ilir…
Tandure wis sumilir…
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar…
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi…
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro…
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir…
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore…
Mumpung padhang rembulane,
mumpung jembar kalangane…
Yo surako…surak iyo ☺️

NGOPI CANTIK



Ngopi Cantik
Minggu pagi yang begitu cerah dengan suhu begitu adem dari biasanya  25 Degrees, dimulai dari Lavka atau kios kecil di depan komplek apartemen untuk beli tiket  harian kereta bus yang sangat murah hanya 4 lev bulgaria atau jika di rupiah sekitar lebih kurang 48 ribu.  

Tujuan utama Minggu pagi masih berkisar mencari lokasi ngopi yg enak,  setelah hunting dari mbah Google, tampak menarik dari pandangan adalah "Chuckys - Coffee and Culture"  lokasi berada di pusat kota lebih kurang 7 Mil dari rumah. 

Filter Coffee Colombia 
Niat sebenarnya sih adalah olahraga minggu sambil ngopi cantik.  Ok Ceritanya kita mulai aja yak.. Start awal saya mulai berjalan kaki dengan jarak tempuh lebih kurang 2 mil, kemudian lanjut naik kereta peradaban alias tram menuju pusat kota Sofia,  lokasi chucky's kopi berada tidak jauh dari vitosha bulevard salah satu areal tongkrongan terkenal masyarakat Bulgaria di Sofia. 

Begitu tram sampai di stopan tepat di depan monumen Rusia,  kuputuskan untuk melanjutkan dengan berjalan kaki, lumayan lebih kurang 1,5 km lagi menuju lokasi,  cukup buat badan lebih berkeringat dan lapar tentunya. 

Brazil VS Belawan
Chuckys Coffee Shop tempatnya asik,  ukuran lebih kurang 4 x 6 m lumayan nyaman tempatnya l,  Interiornya asik, dan baristanya perfect jago dan sangat komunikatif. Pesanan awal ku pagi ini adalah Americano dan sepotong muffin, kemudian dilanjutkan dengan filter kopi Colombia, si Barista begitu piawai menyajikannya. 

Lagi yang menjadi perhatianku apakah ada Kopi Indonesia?  Thats my first Question ketika tiba ditempat itu, dengan sedikit kecewa tidak ada satu jenis kopi Indonesia di Coffee Shop ini,  hampir semua kopi dunia terpajang manis, mulai dari Brasil , Colombia, Costa rica, Peru, dan Ehiopia.

Entah kenapa naluri Salesmanku  muncul seketika he.. He, ku kukeluarkan satu paket roasted kopi Belawan berasal dari tanah kelahiran ortuku Sumatera Utara,  Medan. Kopi Belawan karakternya sama dengan Kopi Gaiyo elevasinya berkisar 1200 - 1700 meter dari permukaan laut, aromanya begitu fruity, heavy body,  dan cokelat taste.  

Sang barista mencobanya dengan membuat dua gelas expresso yang kami nikmati dan kita review bareng hasilnya, doi sangat suka,  yang paling penting pertanyaan beliau adalah.. how to get this? Ups.. Ternyata sense of salesku berhasil, akhirnya kami bertukar kartu nama,  dan semoga aja doi laporan ke bosnya and we get the big deal untuk Kopi Belawan… ngopi cantik and Happy Sunday ðŸ˜Š (NDY, 21/07/19)

CERITA BEOGRAD I : NYARI KOPI INDONESIA



Sekitar 50 meter dari penginapanku, terlihat kios berukuran 2 x 4 meter menjual kopi pagi dan roti segar, sangat padat pembelinya. Para konsumennya adalah kebanyakan orang yang akan berangkat ke tempat kerja dan ada juga beberapa turis terlihat sedang mencoba menyicipi roti – roti segar buatan toko tersebut ..ups dan aroma khas roti sangat mengundang selera untuk segera menkmatinya, saya lupa nama tokonya yang jelas dia berada dipusat kota, rasa kopinya lumayan ada beberapa pilihan rasa dan roti croisant  menjadi pilihanku, rasanya sangat gurih dan sizenya  jumbo banget alias big he..he..he.

Bicara kopi, Serbia termasuk Negara keenam dunia , yang penduduknya mengkonsumsi kopi lebih dari 5 kg/percapita atau sekitar 1,4 cup/day, hampir di setiap sudut kota ini dengan gampang kita mendapatkan tempat – tempat kopi yang menarik.

Berdasarkan data yang kucoba tanya –tanya dengan mbah google, total impor kopi Serbia pada tahun 2018 mencapai USD 73 juta. Kopi dari Itali dan brazil termasuk market leader di Serbia masing – masing USD 38 juta dan USD 13 Juta.

Namun sayangnya Indonesia yang termasuk pengekspor terbesar kopi dunia market sharenya tidak sampai dari 1 %, di Serbia. Produk kopi yang masuk kenegara ini yang didomisili oleh kopi  brazil, Vietnam, Italia, beberapa Negara AfriKa bahkan china.

Miris mendengar ketika saya tanya baristanya bahwa Indonesia kopi belum pernah ada distributor yang menawarkan ke mereka, so far saya juga belum menelitinya lebih dalam hanya secara kasat mata ditemui sepanjang jalan selama mengitari kota Serbia. Iseng – iseng buka data – data perdagangan yang dilansir Uncoumtrade, total impor kopi dari Indonesia pada akhir tahun 2018 hanya berkisar sebesar USD 3000 dan itupun mengalami bearish atau  terjun bebas anjlok lebih kurang 50 % dibandingkan pada tahun sebelum, waduh..kenapa ya ?.

Entah kenapa kopi Indonesia hanya numpang lewat di Serbia ini, padahal jika kita bisa melakukan penetrasi pasar, tentunya potensi menaikkan ekspor Indonesia akan memberikan peluang yang sangat menarik. Sepenggal pengetahuan saya mengenai ekspor kopi ini, para pelaku ekspor kopi Indonesia masih lebih cenderung masuk kepasar – pasar regular seperti negara – negara utama pengimpor kopi dunia, yang didominasi oleh negara – negara besar Eropa dan Amerika, sedangkan negara belahan eropa lainnya cenderung masuk melalui negara – negara terebut. Kelemahannya tentu kopi akan terpartisi dan bersaing dengan harga kopi dari Negara lainnya.

Tapi dari pengalamanku beradaptasi dengan para pemain kopi di negara – negara Balkan mereka memiliki beberpa karakter unik, para retailer cenderung mengambil kopi dengan acuan harga stock komoditi yang sangat berfluktuatif, dari angka terakhir biasanya terpaut antara 100 sampai 200 dollar per ton dari harga real. Prediksi saya, kopi Indonesia anjlok dalam kurun waktu berapa tahun di negara ini lebih dikarenakan faktor harga yang tidak mampu bersaing dengan harga kopi Brazil , Vietnam dan beberapa Negara penghasil kopi lainnya.
Kopi Indonesia terkesan exclusive di mata dunia, hanya segment pasar tertentu mampu membeli kopi Indonesia. Kopi Arabika  Indonesia dari sabang sampai marauke, sangat  tidak asing didunia. Namun kita harus bisa mebuat klasifikasi khusus terhadap  pasar di negara – negara seperti Serbia dan sekitarnya, sangat unik dan memiliki segmen tersendiri, mereka lebih cenderung dengan grade kopi yang sangat rendah, dan itu sangat bisa dimaklumi karena melihat para pengkonsumsi kopi yang sangat tinggi dan merata dari kalangan atas, menengah sampai tingkat bawah. Para pemain kopi dinegara tersebut lebih condong meramu/roaster kopi mereka dengan cara membagi terhadap  beberapa segmen pasar.




CERITA BEOGRAD

Beograd adalah ibu kota negara Republik Serbia,  Negara sarat dengan sejarah dan peradaban mulai dari era keemasan Yunani, Roma, Usmaniah, Rusia, bahkan tergabung sebagai Uni  Yugoslavia, Serbia montengro dan kembali menjadi Serbia yang utuh.

Negara ini memiliki posisi  amat strategis berbatasan dengan beberapa negara, besar di wilayah balkan, seperti Bulgaria, Turkey, Romania, Kosovo, dan Macedonia.

Saya sendiri baru mengenal negara ini sejak terjadi perang saudara antara Bosnia dan Serbia pada tahun 1994, perang tersebut hanya terjadi ditataran politik mereka saja, saya tidak akan membahasnya pada kesempatan ini,  yang jelas paska perang,  kedua Negara kabarnya mengalami pertumbuhan secara drastis baik dari sisi ekonomi,  politik dan sosial budaya.

Beograd termasuk salah satu kota di belahan timur yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, rata – rata pertumbuhan berkisar 1.6 %  dengan  PDB pertumbuhan pada tahun 2018 sebesar 3,4 %. Dan pada tahun 2012 negara ini masuk menjadi kandidat Uni Eropa.

Kota yang sangat cantik,  entah kenapa saya merasakan orang - orang di Eropa fokus dalam menjaga literasi sejarah,  yang mampu dijadikan sebagai destinasi wisata menarik.

Saya dan beberapa teman hanya melakukan kunjungan semalam dan keesokan sudah harus kembali ke Sofia, waktu yang singkat tersebut tetap harus kuupayakan untuk mencicip segelas kopi yang telah menjadi bagian ritualku setiap berkunjung di kota lain.

Banyak terdapat bangunan tua di wilayah pusat kota. Titik nol penjelejahanku, di mulai berjalan dari traffic light didepan Hotel Moskva, hotel yang sangat strategis dan mengambarkan nuansa bangunan bergaya Rusia, dan  hotel menghadap lampu merah dan penyeberangan jalan menuju kawasan pedestrian. 

Pada saat itu explorasi kulakukan pada pagi hari setelah subuh, menyusuri kawasan pedestrian,  yg tertata rapi dan memiliki nuansa klasik pada awal abad  9 dan 19.

Di ujung jalan kulalui terhampar indah sungai Danube dengan terhubung dengan beberapa anak sungai, pemandangan yang sangat indah pada pagi itu,  dan disebelah Barat tampak benteng tua yang mereka sebut Belgrade fortres.

Di atas benteng tersebut terdapat patung tinggi,  perkiraanku tingginya lebih dari  30 meter,  seorang raja dengan tangan kanannya memegang seekor burung merpati dan disebelah kiri tangannya memegang sebelah pedang,  patung itu dinamakan Victor,  seorang raja yang dijadikan simbol Victory atau kemerdekaan dalam meruntuhkan kejayaan Usmaniah pada saat itu. Nah yang menarik dari patung itu sama tingginya dengan patung wanita yang bernama Sofia, pikiran nakalku mulai menganggap jangan – jangan mereka ini dulunya pacaran kali ya sehingga symbol yang mereka tampakkan seperti memberi pesan kepada kedua patung tersebut.

Setelah lebih kurang 20 menit saya merasakan dan bersentuhan dengan bagian peradaban sejarah dunia tersebut kemudian melanjutkan kembali berjalan kaki menyirlsiri kota, waktu telah menunjukkan lebih kurang jam 8 pagi,  tampak kesibukan masyarakat Serbia yg akan memulai aktifitas,  banyak para pekerja keluar dari kereta bawah tanah dan kendaraan lalu lintas terlihat sedikit macet.

Kemudian di sekitar bangunan tua tepat di ruas jalan pusat kota Serbia, terlihat olehku sebuah patung, patung tersebut menggambarkan sosok seorang yang gagah perkasa dan sangat kuyakini bahwa dia adalah tokoh pejuang negara ini.

Dibawah patung tersebut tertulis tahun 1880-1915, dan VojvodaVuk atau Vojin Popovic, sebuah monument untuk mengenang seorang tokoh pejuang Serbia pada saat perang dunia pertama, tahun 1880 adalah tahun kelahirannya pada era Usmaniah. I believe dia adalah orang yang memiliki pengaruh yang sangat luar biasa sehingga pemerintah Serbia menjadikannya sebuah patung di pusat kota, tentunya dimaksudkan agar setiap orang selalu mengenang jasa perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan  dan kedikdayaan Serbia. (Ndy - 4/03/19)


 Top 10 countries for consumption of coffee per capita:

1.    Finland: 9.6 kg per capita (consumption of 2.64 cups/day)
2.    Norway: 7.2 kg (1.98 cups/day)
3.    Netherlands: 6.7 kg (1.84 cups/day)
4.    Slovenia: 6.1 kg (1.68 cups/day)
5.    Austria: 5.5 kg (1.51 cups/day)
6.    Serbia: 5.4 kg (1.49 cups/day)
7.    Denmark: 5.3 kg (1.46 cups/day)
8.    Germany: 5.2 kg (1.43 cups/day)
9.    Belgium: 4.9 kg (1.35 cups/day)
10.  Brazil: 4.8kg (1.32 cups/day)


DIMANA KOPIKU ?



Dimana Kopiku?

Hampir seluruh kopi dunia ada di Warung kopi itu,  Sayang Kopi Nusantaraku tak tercium sedikitpun aromanya,  kenapa ya?.

Selama sebulan lamanya saya berpuasa,  tidak satu gelas kopi yang masuk ke tubuh ini, mungkin karena jarak antara waktu berbuka dan sahur begitu dekat, serta terasa sangat singkat,   itulah salah satu alasan pas saya untuk tidak menyentuh arabika kesayangan yg hanya terpajang manis selama sebulan penuh di dapur.

Hari kedua lebaran,  intiusi dan naluri ngopiku muncul kembali,  entah kenapa seperti ada panggilan jiwa "ayo bung siram mulutmu dengan kopi lagi wkkkk"  akhirnya kuputuskan utk berangkat ke mall terdekat untuk mencari makan siang dan segelas kopi.

Sofia ring mall,  adalah salah satu mall di Sofia yg menjadi favoritku untuk sekedar menghibur  diri ketika kangen keluarga,  karena hampir semuanya keluargaku pada doyan ngemall he..he..he.  Setelah parkir dan memasuki lantai dua mall tersebut, mataku tertuju sebuah warung kopi atau bahasa keren lainnya Coffee Shop,  tempatnya sangat strategis, tidak seperti warung kopi biasanya ketika kita lihat di Mall,  tidak menggunakan ruangan besar, hanya sekitar lima meja bundar kecil  berada dalam coffee shop.  Lokasinya bersebelahan dengan beberapa toko - toko pakaian.

Tempatnya sangat terbuka, sehingga pandangan mata ini bisa seperti CCTV yg bisa mengawasi lokasi mall sampai pada sudut 360.

Warung kopi yang menarik,  selain berbagai macam kopi dari seluruh dunia,  warung kopi tersebut juga menjual berbagai macam jenis teh,  peralatan kopi,  dari mesin roasted,  filter kopi,  mesin pembuat kopi,  dan peralatan lainnya yang berhubungan dengan kopi.

Baristanya sangat apik dan begitu  interaktif kepada  para pengunjung, sehingga mampu membuat aku bertahan ngobrol lebih dari satu jam.  Kamipun mulai bercerita, berikut  pertanyaan awalku " Bro, saya lihat hampir semua negara penghasil kopi ada disini, accept Indonesia,  knp kopi Indonesia gak ada ?" 

Warung kopi ini hanya khusus menjual kopi jenis Arabika,  menurut si barista itu, Arabica sangat memiliki segmen tersendiri,  umumnya pencinta kopi lebih senang haunting jenis kopi Arabika,  selain harganya yg begitu wow,  namun para pecinta kopi tidak sungkan merogoh kantongnya untuk membeli roasted bean tersebut.

Hampir kuperhatikan para  konsumen setelah minum kopi yg di seduh,  pasti membeli kembali biji kopi yg telah di roasted. Biji kopi tersebut  terpajang indah  didinding sehingga terlihat sebagai  ornamen Interior yg begitu menawan.

Roasted biji kopi itu disimpan dalam tabung yg memanjang keatas  dengan ukuran lebih kurang setengah meter dan berdiameter 1,5 inch, jadi ketika pelanggannya akan membeli tinggal push tombol dan kopi itu keluar lalu di masukin ke kemasan packaging yg telah disiapkan, kemudian di timbang sesuai dengan volumenya.

Waktu itu saya memesan satu gelas double expresso,  karena asiknya kami ngobrol tentang kopi,  teman baristaku  kembali membuatkanku segelas expresso dari biji kopi Arabica Ethiopia,  menurut dia ini salah satu Arabika terbaik. Kemudian dia menyeduhkan kembali kopi hitam yg diramu semacam Americano, kopi diseduh dengan air panas kemudian difilter kembali,  seperti kopi ala rumahan yg biasa saya nikmati sendiri.

Kembali kepertanyaan awal yang kulontarkan kepadanya (barista itu),  dia menjawab mereka agak kesulitan utk mendapatkan kopi Indonesia,  disamping harganya,  dan menurutnya kopi yg enak dan pernah mereka jual adalah Arabica jenis Java, dan sangat sukar mendapatkan stock nya,  karena sudah di borong para pemain dan pecinta kopi di Eropa Barat.

Naluri nasionalisme kopiku tersentak dengan sangat dahsyat,  saya berusaha meyakinkannya bahwa Di Indonesia kopi kita tidak hanya di Jawa,  hampir seluruh pulau di Indonesia,  dari kopi Gaiyo Aceh,  kopi belawan di Sumatera,  kopi gajah Lampung,  Arabica Papua, kopi Toraja Sulawesi,  kopi robusta Pontianak, kopi luwak,  hingga kopi pinogu Gorontalo.

Sangat expressive sekali respon si Barista itu, “brother  please bring me some", " ups.. Business is business" candaku, " ok we make deal if there is good,  would like to buy from you"  jawab barista itu,  Kami pun ngakak togather.. So moga - moga ini rezeki ya.

Kopi sangat memiliki peluang pasar di negara ini,  entah kenapa  kurangnya pemasok kopi Indonesia yg masuk langsung ke negara ini, mereka justeru masuk dari negara – negara besar di Eropa,   bahkan pada tahun 2018 angka perdagangan anjlok sebesar lebih kurang 40 %, dari total perdagangan sebesar USD 13 juta pada tahu 2017, terjadi lompatan drastis pada tahun 2018, anjlok sebesar lebih kurang USD 6 juta.

Total Angka perdagangan impor kopi dunia ke Bulgaria cukup signifikan berkisar diatas USD 155 juta,  dan bukan tidak ada  kopi Indonesia yang masuk ke Negara ini, namun Indonesia masih masuk 10 eksportir kopi yang masuk ke Negara Ini, dengan market share di dominasi oleh Italia (28 %), Vietnam (12 %), jerman (9 %), Brasil (6 %), China (5 %), dan di ikuti Indonesia (4%).  Informasi yang kudapat, kabarnya kopi Indonesia yang masuk masih didominasi grade – grade rendah atau kopi yang berkualitas rendah, untuk segmen masyarakat menegah.

Seperti kita ketahui, kualitas biji Kopi Indonesia telah diakui dunia, sangat berkualitas memiliki aroma dan cita rasa tersendiri,  hanya saja kita kalah bersaing pada harga.  Menurut mereka kopi Indonesia fluktuasi harganya cukup tinggi dibanding negara negara imprtir lainnya. Bahkan sesama Negara Asean, Vietnam termasuk pesaing berat Indonesia, Kopi Vietnam mampu bersaing dengan harga dan kualitas.

Secara bisnis harga sudah barang tentu tidak pernah bohong,  di Eropa Barat kopi - kopi yang sangat berkualitas di Indonesia begitu laku disana.

Perlunya dilakukan kembali penetrasi pasar untuk mencermati pasar di wilayah timur Eropa. Berdasarkan data yang saya dapati dari pedagang kopi, umumnya kopi Indonesia yang mereka dapat justeru mereka impor dari Italia dan beberapa stockiest besar di beberapa negara eropa barat. jika dilihat dari harga, cukup signifikan jika dibandingkan ambil langsung dari Indonesia, artinya potensi untuk meningkatkan market share masih terbuka lebar, tinggal bagaimana membangun segmen khusus untuk wilyah tersebut dengan membuat perencanan baru baik dari harga, kemasan, dan lain sebagainya.

Sejak berada lebih kurang 8 bulan di negeri ini,  cukup lumayan saya mengamati perkembangan industri kopi di negara yang berpenduduk lebih dari 7 juta jiwa ini.  Secara feasibility   kopi Indonesia masih sangat memiliki peluang untuk masuk ke negara ini, bahkan  tidak hanya Sofia tapi seluruh negara di belahan timur Eropa dan Balkan, dan ambisi untuk meningkatkan perdagangan ekspor Indonesia masih sangat terbuka melalui komoditi kopi…ayo ngopi , and happy weekend.

(ngopi di  #Coffero, Sofia NDY- 08/06/19)




CATATAN RAMADHAN DI SOFIA




CATATAN RAMADHAN DI SOFIA

“ Apa karena saya berada berada di negara yg minority,  sehingga feel itu hilang ?

Biasanya ketika berada di tanah air, menyambut puasa sungguh memiliki esensi tersendiri, alam dan makhluk didalamnya seperti menyatu dalam  kondisi sama, kondisi dimana kita  harus mewujudkan sebuah esensi pencucian diri dalam mengendalikan hawa nafsu hingga dipenghujung kita harus mampu menjadi pemenang, demi meraih fitrah untuk kembali suci seperti bayi tanpa membawa dosa.

Pada bulan suci Ramadhan  hari – hari terasa  biasa di kota ini,  ditambah apartemen satu kamar yg saya huni,  dari bangun sahur sampai berbuka puasa hening tanpa ada keramaian sedikitpun, tidak ada teriakan membangunkan orang sahur, tidak ada iklan sirup marjan yang mewarnai iklan TV di Indonesia, dan berasa melelahkan adalah total puasa bisa sampai 15 jam.


Tapi bukan berarti apa yang saya gambarkan diatas adalah keluhan, justeru bagian dari motivasi saya untuk mencari makna dari bulan yang penuh berkah ini.  Ada sekelumit cerita pengalaman menarik saya, setidaknya sedikit mewarnai dan memaknai selama puasa di Sofia.

Setiap sore setelah beraktifitas, saya selalu menghabiskan waktu di center atau pusat kota Sofia, “but no coffee today“ he..he.he, biasanya ketika berada di center kurang pas rasanya jika gak duduk ngopi sambil mengamati makhluk - makhluk indah ciptaanNya.

Menariknya di musim semi saat ini, ntah  merupakan tradisi tahunan, terdapat beberapa areal yang mengadakan bazaar dadakan, mereka menjual makanan lokal, madu, buah – buah segar, langsung mereka panen dari kebunnya, bahkan kue – kue manis ala mereka dipajang dengan rapi,  ups.. lumayan juga buat manjakan mata yang lagi lesu selama berpuasa. Bazar itu cukup mengobati suasana hati, kuanggap mirip seperti bazaar Ramadhan yang selalu meramai setiap ruas jalan kota di tanah air.

Salah satu Bazar yang saya lalui sore itu berada disamping kantor Kementrian Pertanian Bulgaria, pas banget  samping kantor Kementerian tersebut adalah lokasi yang sering di lalui para pejalan kaki, sehingga memudahkan orang dari segala sisi untuk singgah dan berbelanja.

“Orang – orang ini puasa gak ya ..he..he, kenapa kelihatannya sama dengan ketika orang puasa lagi belanja untuk persiapan buka”. Halusinasi positif saya berasa sama ketika berbelanja di pasar juadah Ramadhan.

Saya mencoba berimajinasi untuk kembali mengenang sejarah peradaban, dimana ketika rezim Usmaniah menguasai sebagian Eropa termasuk di kota Sofia. Lima abad bukan waktu yang singkat, tidak menampik kemungkinan jejak atau bekas sejarah itu ada, cara sederhana saya untuk melacak dan mengambarkannya  amatlah sederhana cukup dengan melihat “bangunan, rasa/taste, dan paras”.

Asumsi lepas saya mengatakan bahwa tradisi bazzar ini bisa jadi adalah segelintir bagian dari budayanya Usmaniah pada saat itu, ratusan tahun lalu saya membayangkan ketika Ramadhan tiba, negeri ini tentunya juga diramaikan dengan bazaar untuk persiapan orang yang berpuasa, namun sayangnya kondisi tersebut saat ini menjadi minoritas, berdasarkan data statisk lokal masayarakat muslim hanya 7 s/d 10 % dari total populasi di Sofia.

Terdapat Beberapa sudut bangunan masih memiliki karakter bangunan Turki, salah satu- satunya adalah  Masjid Turki yang dibangun pada abad ke - 17 masih berdiri kokoh, mesjid Banya Basih namanya.  Mesjid tersebut masih aktif digunakan masyarakat muslim sofia. Mesjid yang berlokasi di Boulevard Maria Luizia, dimana Mesjid tersebut selama bulan Ramadhan selalu aktif mengadakan kegiatan, seperti membagikan buka puasa, taraweh dan beberapa kegiatan sosial lainnya.

Setiap sudut kota kita masih bisa mendapatkan makanan khas Turki, bahkan beberapa café ada yang menjual sisha, sehingga untuk masayarakat muslim tidak perlu khawatir untuk mencari makanan bernuansa muslim.  

Bagian paling menarik adalah melihat atau melacaknya dari sisi “paras”, hampir dari beberapa wanita dan pria di Sofia  perawakannya sama atau mirip dengan paras orang Turki, wanita – wanita banyak yang cantik, hidungnya mancung, mediterenia, apalagi dari paras Turki tersebut berblasteran lagi dengan Rusia, Slavic, Roma, bayangkan aja, parasnya turki, matanya biru/hijau seperti orang Rusia, rambutnya kriwil Roma dan kulitnya  Slavic yang telihat bersih karena banyak mengkonsumsi yougurt, susu, dan buah, sungguh sempurna bukan ( kusus bagian  ini sangat bisa tergambar secara detail he..he..he).

Bulevard Maria Luzia yang saya sebutkan diatas, merupakan salah satu lokasi tertua di Sofia, banyak terlihat bangunan – bangunan tua disekitar ruas jalan tersebut, dan  masih banyak lokasi tua lainnya.

Sepanjang jalan Maria luizia terlihat sedikit berbeda, kita akan sering melihat paras – paras berperawakan timur tengah. Di lokasi atau beberpa ruas jalan kita akan banyak  menjumpai para imigran luar yang bermukim disekitaran lokasi tersebut. Disni suasana  Ramadhan agak sedikit berasa, walaupun tidak semeriah di tanah air namun sangat memberikan wadah tersendiri dalam merasakan bahwa Ramadhan itu Ada.

Nah yang paling keren, diwilayah ini kita akan banyak menjupai makanan – makanan khas timur tengah, asia seperti Irak, Syiria, Lebanon dan tentunya Turki. Dan kita juga gampang untuk  membeli daging sapi, kambing, dan dumba yang telah potong secara syariah, tidak hanya daging juga terdapat pasar tradisional menjual seluruh seluruh perlengkapan dapur, dari sandang, pangan bahkan barang antik yang terlihat sangat menawan.

Hampir setiap sore saya menghabiskan waktu berjalan disekitaran lokasi tersebut sambil berbelanja makanan berbuka puasa. Pada lokasi tersebut ada restoran Iraq, masakan nya sangat  maknyus, kebab, mahdi, kambing bakar adalah menu andalan bahkan kami bisa memesan ikan bakar yang sangat yummy. Begitu juga masakan Turki yang tak jauh dari lokasi tersebut, Sawarmanya sangat gurih dan lidah orang berpuasa itu tidak pernah bohong untuk mengklasifikasi antara makanan enak dan tidak enak…yang jelas semuanya enak – enak.

Sekelumit cerita pendek yang saya alami, dapat diartikan bahwa dimanapun, pada saat apapun, bersyukur adalah kondisi  dominan yang harus terus kita sadari sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini..marhaban ya Ramadhan ..Mhn Maaf lahir dan Bathin ( Ndy, 24/05/2019)

Baba Marta Day



Satu maret lalu seluruh masyarakat Bulgaria merayakan Baba Marta Day  yang menandakan simbol pergantian musim dingin ke musim semi.

Masyarakat merayakankannya dengan memberikan gelang - gelang bernuansa merah dan putih kepada keluarga dan kerabat.

Baba Marta diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Nenek Marta,  seorang sosok mitologi yang dianggap sebagai pencerah dalam kehidupan,  dan kata  Marta adalah bulan Maret (Mart)

Pergantian musim dingin ke musim semi  selalu diwarnai dengan mekarnya bunga, dan  hasil - hasil pertanian yang kering selama musim dingin kembali mekar. Sosok Baba Marta dianggap memiliki sifat yang sangat moody terkadang dia bisa Happy,  marah, nah ketika musim mungkin baba Martanya lagi dalam mood yang riang.

Cerita berikutnya mengenai  gelang merah -  putih yang digunakan sebagai simbol baba Marta days,  gelang tersebut dikenal dengan sebutan “Mertenista”, konon cerita mengenai gelang ini terkait dengan salah seorang tokoh fenomenal pada belasan abad lalu,  khan Aspahruk, seorang Tibet yang berkelana sampai ke negeri Slavic.

Khan telah berkelana meninggalkan negerinya selama bertahun -  tahun,  selama di tanah slavic tiba -  tiba dia merasa homesick,  kangen dengan ibu dan adiknya,  dan pada suatu ketika  burung swalow atau di Indonesia dikenal dengan sebutan Walet hinggap bersandar di pundaknya.

Burung  tersebut ia ambil kemudian diikat dengan benang putih sebagai  harapan burung tersebut membawa kabar ke ibu dan kakaknya,

Burung tersebut kembali terbang menyisiri sungai dan tiba menghigapi bahu Katalina adiknya,  Katalina merasakan atas keberadaan burung tersebut merupakan pesan dari abangnya, kemudian ia membuat gelang dari bahan wool putih lalu diikatkan kembali kepada burung itu dengan harapan burung tersebut kembali membawa pesan ke abangnya sebagai tanda mereka baik baik saja.

Burung Walet itu kembali terbang jauh  ke tanah Slavic namun burung Walet mengalami cedera di sayapnya,  mungkin karena terbang nonstop sayapnya patah dan berdarah melumuri gelang putih tersebut, Melihat kejadian Khan merasa sedih dan seketika itu melepaskan ikatan benang wool dari burung WALET yang berkorban membawa kebahagiaan bagi Khan.

Dari cerita itulah konon katanya setiap awal Maret atau tepatnya setiap  tanggal 1 Maret warga Bulgaria selalu berbagi gelang bernuansa putih  merah kepada seluruh kerabat dan orang orang terdekat.  Putih dalam gelang itu merupakan simbol kesucian,  dan Merah adalah warna kemakmuran. Dan gelang yang kita terima harus kita pakai sampai kita melihat burung Swalow yang menandakan musim semi telah tiba,  setelah melihat burung tersebut  gelang yg kita pakai dilepaskan kemudian di gantung pada pohon - pohon atau bunga yg sedang mekar sampai ke musim dingin berikutnya.

Budaya ini mereka percaya bahwa akan mendatangkan kebahagiaan,  keberkahan,  serta membawa kesehatan,  kemakmuran bagi masyarakat Bulgaria.  Dan yang terpenting apa yg dapat saya maknai dalam budaya ini adalah merupakan simbol silaturahmi, dan pengingat kepada kita semua  bahwa kebahagian dalam hidup adalah sebagai titik nol atas bentuk perhatian kita terhadap Manusia,  Alam dan seluruh bentuk ciptaanNya di dunia… Happy Baba Marta.

*Ndy-1/3/2019*

TERBANG ITU SEHARUSNYA MENYENANGKAN (Bagian 2)



HIRUK PIKUK PENERBANGAN NASIONAL

Bagi saya bandara adalah polesan wajah dari setiap kota bahkan negara sekalipun.. Ketika kita merasa nyaman berada dalam bandara tersebut, Kota atau negara tersebut sangat bisa tercermin kondisi ekonomi,  sosial, politik bahkan budayanya.

Berbanding terbalik ketika merasakan hiruk pikuk masalah penerbangan nasional, yg tidak  remeh temeh, dari masalah bagasi berbayar dan kasus delay yg tak menentu.

Ok..cerita ini saya mulai dengan salah seorang kenalan saya ketika sama – sama menunggu beberapa pa jam di Bandara SOETA.

“om.. Dari jam berapa delay “ tanya saya ke salah satu calon penumpang dengan tujuan pangkal pinang..

“Apanya berapa jam.. Sdh dari kemaren delaynya.. ditunggu setelah lebih dari 8 jam akhirnya di cancel juga oleh maskapai untuk terbang hari ini “ jawab si om Ahui (bukan nama sebenarnya)..

“tapi kan di kasih hotel om“..

“Apaan.. Yang ada saya malah nombok harus cari hotel lagi di luar.. Kacau “ jawab si om Ahui dengan menunjukkan rona kekesalannya.

Begitu pula dengan masalah bagasi berbayar yang diberlakukan untuk maskapai nasional Indonesia. Tadinya saya merasa senang akhirnya  bagasi berbayar diberlakukan, karena harapan saya dengan bagasi berbayar pasti akan berdampak terhadap harga tiket, secara logis tentunya harga tiket akan lebih murah dari pada harga sebelumnya,

Dengan bagasi berbayar masyarakat akan diajarkan berperilaku bagaimana membawa barang diatas pesawat wkkk.. Jujur terkadang saya suka kesal dengan bawaan para penumpang yang suka melebihi tanpa adanya batas kewajaran  Wal hasil terkadang barang saya suka jadi korban dipindahkan jauh dari tempat duduk saya..

Berita di tv,  media online bahkan media cetak tak henti - hentinya memberitakan mengenai polemik penerbangan nasional, bagasi berbayar ini banyak mendulang komplain dan protes keras dari masyarakat.. Kenapa?

Pengalaman pribadi saya kali ini bisa dijadikan jawaban dari polemik tersebut.  Setelah lima bulan saya meninggalkan tanah air, banyak hal yg berubah dari negeri ini. Tanggal 5 saya akan melakukan penerbangan dengan tujuan  Manado, saya selalu berangkat via surabaya jika ingin pulkam ke Manado, selain terbangnya hanya 2,5 JAM, harga tiketnya juga akan lebih murah.

Tapi tidak untuk kali ini, dimana harga umum untuk maskapai Low cost Carrier (LCC) yg selalu saya dapat pada tahun lalu ,kisaran antara 950ribu s/d 1,3 juta (in high season), namun ketika saya Booking tiket dengan menggunakan traveloka, harga hampir tiap menit berubah sehingga saya harus memutuskan utk segera meng- issued tiket seharga  2 juta rupiah dengan (0) bagasi atau tanpa bagasi. Biasanya pada tahun lalu dengan 1.3 juta aja saya terbang sudah mendapat free bagasi sebesar 20 kg.

Asumsi saya dari sinilah polemik itu muncul.. Terkesan perusahaan atau maskapai tersebut berusaha menaikan harga tiket dengan cara yg agak kasar.. Bayangkan aja jika saya harus membayar bagasi katakanlah harga perkilonya 35,ribu rupiah artinya total bagasi yg harus saya bayar adalah sebesar 885 ribu.. Jika di total antara harga tiket dan bagasi, saya harus membayar penerbangan  sebesar 2,8 juta..upps kenaikan harga lebih dari 53 % telah sukses di lakukan maskapai tersebut.

Ilustrasi harga diatas itu adalah harga penerbangan pertama, bagaimana jika kita memesan harga penerbagan berikutnya, karena step harganya akan semakin tinggi, sebagai contoh harga tiket penerbangan salah satu masakapai LCC pada pukul 09.00, harga tiket tujuan manado bisa mencapai 3,5 juta rupiah, jika di akumulasi dengan harga bagasi 20 kg aja total harga bisa mencapai 4,3 juta rupiah..wow.

Bagaimana dengan harga maskapai yang memiliki kategori Full Service Airline (FSA)  seperti Garuda Indonesia, saya mencoba mengambil sample dengan menggunakan pemesanan melalui traveloka, pada hari dan waktu yang sama, dimana harga tiket FSA tujuan Manado bisa berkisar diantara 4,3 s/d 4,5 juta rupiah.

Hampir tidak ada selisih antara penerbangan LCC dengan FSA, secara nalar jika kita memiliki uang pasti kita akan menggunakan maskapai yang full services airline atau untuk mencari murah tetap tidak menggunakan bagasi walaupun secara kalkulasi tetap konsumen yang akan dirugikan.

Disinilah keadilan yg tak berujung adil  dan sangat wajar jika YLKI selalu mengkritik bawa kebijakan tersebut tidak berlaku adil untuk para konsumen,  bahkan baru baru ini disalahkan satu media YLKI mengatakan bahwa ada kartel yg berusaha memainkan harga penerbangan di Indonesia.

Maskapai LCC (low cost carrier) telah banyak diterapkan oleh Negara – Negara maju, dan terbang dengan maskapai LCC seharusnya menyenangkan, karena mereka lebih banyak memberikan paket – paket promo, karena disinilah the real kompetisi bisnis pada Industri penerbangan.

Pada hari dan waktu yang sama, saya mencoba membandingkan kembali dengan  memesan tujuan Jakarta – Kuala lumpur, jarak tempuh hampir sama 2,5 jam, harga tiket yang ditawarkan maskapai lokal begitu signifikan, harga tiket dengan tujuan terbut berkisar antara 700 s/d 950 ribu rupiah, lebih murah 50 % di bandingkan masakapai LCC domestic Indonesia.

Belum lagi ketika kita bandingkan harga maskapai LCC di Negara – Negara Uni Eropa, disana industri penerbangan begitu kompetitif, bayangkan aja disaat promo, terbang ke beberapa Negara domestic eropa hanya mengeluarkan uang sebesar  100 Euro untuk PP (pulang dan pergi) dan promo – promo menarik selalu diberikan maskapai LCC.

Jika kita sandarkan masalah diatas dengan dampak dari ekonomi global, seperti harga BBM yang cenderung naik, dollar menguat, atau dihubungkan antara trade war yang saat ini sedang berlangsung antara China dan Amerika, menurut saya selaku masyarakat bodoh, alasan itu terlalu berada di awang –  awang, karena beberapa Negara tetangga aja masih mampu bersaing dengan harga yang eknomis.

Dan tidak adanya perbedaan harga antara LCC dan FSA membuat pertanyaan, apakah yang sebenarnya terjadi dengan Negara ini ?  

Apakah karena sekarang adalah tahun politik, sehingga para pengusaha maskapai berusaha mengumpulkan  dana sebanyak mungkin untuk mendukung para politisi yang sedang bertarung saat ini.. Wkkk semoga aja tidak yak..

Atau dikarenakan adanya kecemburuan terhadap kebijakan harga yang ditetapkan, karena dengan harga yang mereka tetapkan setinggi apapun, mereka (FSA) sudah memilki pelanggan tetap, yaitu para instansi pemerintah yang mewajibkan setiap perjalanan dinas harus menggunakan maskapai tersebut dan  sudah bisa terkakulasi dengan mudah berapa total para pejabat, pns dari setiap instansi pemerintah melakukan perjalanan dinas dalam setiap tahunnya.

Sedangkan maskapai LCC, dimana masyarakat umum juga paham bagaimana kedekatan mereka dengan Pemeriantah, mungkin atas dasar itulah mereka berusaha menekan pemerintah untuk memberikan kebijakan yang adil terhadap mereka, agar hasilnya juga bisa didulang seperti dengan maskapai FSA.

Disinilah peranan pemerintah dalam melakukan  kontrol terhadap situasi – situasi seperti ini, system kapitalis jangan hanya membangun kemudahan kapitalisasi kepada para raksasa, peran pemerintah juga harus berlaku adil terhadap rakyatnya, pemerintah harus mampu memikirkan bagaimana rakyat juga dapat menikmati bentuk kalpitalisasi tersebut.

TERBANG harus menjadi sesuatu yg menyenangkan, para maskapai harus bisa membuat para konsumennya happy.. terbang diatas dua puluh ribu kaki bersama besi berkapasitas ribuan ton bukan hal yg menarik bahkan menakutkan.. Jika konsumen tidak di brainstorm dengan hal hal yg menyenangkan tentunya tingkat stress bangsa ini malah akan semakin tinggi..We make people fly - GONG XI PA CHAI

***NDY – Juanda, 05/02/2019***