Kekhawatiran akan terjadinya inflasi agak dirasakan, beberapa kebutuhan pokok dirasakan naik. Pemerintah saat ini terus melakukan monitor harga dipasaran, karena konversi terhadap harga kedalam euro, disinyalir banyak terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pedagang. Hal tersebut dirasakan masyarakat Bulgaria sendiri berdampak fantastis terhadap kenaikan harga barang. Pemerintah sendiri secara resmi telah menetapkan nilai tukar tetap 1 euro = 1.955583 lev.
Bulgaria Resmi Menggunakan Euro Sebagai Alat Transaksi
Kekhawatiran akan terjadinya inflasi agak dirasakan, beberapa kebutuhan pokok dirasakan naik. Pemerintah saat ini terus melakukan monitor harga dipasaran, karena konversi terhadap harga kedalam euro, disinyalir banyak terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pedagang. Hal tersebut dirasakan masyarakat Bulgaria sendiri berdampak fantastis terhadap kenaikan harga barang. Pemerintah sendiri secara resmi telah menetapkan nilai tukar tetap 1 euro = 1.955583 lev.
Musisi Pontianak Rasa Eropa
Pontianak Jamming Club (PJC) adalah klub komunitas para musisi pontianak, dimana pada Jumat lalu menggelar event Jamming Session keduanya di cafe locomotif pontianak (18/07/20), para musisi yang tampil sangat groovy dengan taste yang tidak kalah dengan musisi eropa bahkan dunia.
Kegiatan tersebut dihadiri hampir seluruh musisi Pontianak dari berbagai genre dan beberapa komunitas, rock, jazz, blues, country musik, reggae bahkan dangdut, mereka bisa saling berinterakasi antara genre untuk melakukan free style jamming dalam mengeluarkan serta mengeksplorasi kemampuan mereka.
Ketua PJC, Agung Kalis, mengatakan bahwa PJC ini selain bermusik, adalah wadah
saturahmi bagi para musisi dan penilkmat musik di Pontianak. Mimpi kami, PJC bisa terekspose secara nasional maupun international agar para musisi luar Pontianak maupun luar Indonesia untuk berkunjung ke kota tercinta 'Pontianak' dan bersedia jamming dengan kami musisi Pontianak serta melihat indahnya Pontianak.
''Selain itu, kami juga ingin meramaikan event musik Pontianak, dan goal besarnya, adalah mengangkat kembali value musik di Kalimantan Barat'' ujar Agung yang juga seorang musisi.
PJC sudah terbentuk sejak tahun 2023, berawal dari kegemaran dan hobi bermusik. Mereka sering mengcreate event sendiri untuk kumpul-kumpul dengan teman para musisi, kadang kita bawa alat instrumen sendiri untuk main dibeberapa tempat, ''hitung-hitung meramaikan cafe teman-teman juga''. ujar Abunk pemilik locomotif juga musisi dan salah satu anggota s PJC.
Grand launching PJC, resminya telah dilaksanakan pada bulan Juni 2025 lalu, 'Alhamdulillah animo musisi sangat positif seluruh genre musik hadir, mereka professional, cuplikannya dapat dilihat sosial media PJC ( Instagram; @Pontaianak Jamming Club)'' kata ketua PJC.
Pontianak adalah ibukota Kalimantan Barat salah satu kota dan provinsi di Indonesia, berpopulasi lebih dari 500 ribu jiwa. Bicara Kalimantan, masih sedikit melekat dengan memori 20 tahun lalu. Masyarakat International melihat kota ini cukup ekstrim dengan kejadian konflik salah satu suku tertentu dengan penduduk lokal sehingga terdengar dunia masih melihat kota ini cukup negatif sedikit ''menyeramkan'.
Dalam kesempatan ini saya tidak akan menceritakan memori menyeramkan tersebut, akan tetapi sesuatu yang bertolak belakang dari cerita tersebut. Bagi teman-teman yang menyenangi musik atau secara global bisa saya katakan bahwa musik Pontianak taste rasanya Eropa.
Para musisi Pontianak sangat produktif, mereka berkembang selaras dangan idealisme
bermusik mereka dengan berbagai aliran rock, jazz, blues, pop dan lainnya. Menariknya untuk dapat melihat performe mereka, dengan mudah dapat kita temui dibeberapa tempat, seperti cafe ,resto dan beberapa rumah kopi yang tersebar di beberapa lokasi di Pontianak.
Cara bermusik mereka layaknya para musisi Eropa, profesional dengan memiliki rasa atau groove seperti yang sering kita saksikan dibeberapa event terkenal, dan mereka sangat kreatif mencari segmen bermusik mereka sendiri.
Sebagai orang yang pernah tinggal di Eropa dengan pengalaman berinterakasi dengan masyarakat disana dan juga penikmat hiburan musik. Para musisi eropa slalu menciptakan dan mencari panggung mereka sendiri. Mereka bekerjasama dengan para pemilik bar, cafe dan tempat hiburan. Uniknya mereka tidak dibayar langsung oleh para pemilik bar. Owner atau pemilik tempat hanya memberlakukan entry fee bagi pelanggan maupun konsumen dengan kesepakatan dengan para pemain Band.
Total entry fee yang mereka dapat dari para konsumen maupun pelanggannya akan diberikan seluruhnya kepada group musik yang tampil pada saat itu. Para musisi tersebut memiliki kebebasan untuk melakukan promosi sebelum mereka tampil di beberapa platform sosial media mereka, begitu juga para pemilik bar dan cafe tersebut.
Ada kemiripan dengan musisi Pontianak, kota yang terkenal dengan keindahan sungai terpanjang di Indonesia ''Sungai Kapuas''. Cukup dinamis, para musisi juga mencari panggung mereka sendiri dengan memanfaatkan kerjasama dengan para pemilik bisnis restoran, bar, cafe mau coffee shop yang ada, bedanya penghasilan mereka masih bergantung dari para pemilik bisnis tersebut sehingga hasil yang mereka dapat tidak sesuai dengan harga musik yang mereka tampilkan.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka 'para musisi', walaupun untuk diketahui bermusik itu gak murah, pengamen jalanan sekalipun, ada cost yang harus mereka keluakan, mulai fasilitas pendukung mereka seperti alat atau instrumen musik slalu update dan menyesuikan tekhnologi terkini.
Pernah saya berdiskusi dengan para band regular di Pontianak, sekali perform mereka bisa menerima per orang sebesar 200-250K rupiah. Angka tersebut sangat miris secara ekonomi, belum mampu mengangakt value bermusik di Kalbar. Untuk mengefisiensi budget tersebut terkadang para pemilik tempat hiburan meminimialisir para musisi.
Kondisi sosial ini cukup menjadi perhatian serius bagi para komunitas-komunitas musisi yang ada di Kalimantan Barat, mereka juga berharap stakeholder pemerintah daerah untuk fokus memberi perhatian kepada mereka untuk membangun regulasi dan aturan kepada para pemilik tempat hiburan agar lebih menghargai musik dan menilai musik sebagai sesuatu nilai tambah dalam mendukung bisnis-bisnis mereka.
Pontianak Jamming Club (PJC) adalah salah satu oraganisasi atau komunitas yang sangat
luar biasa, dan tidak hanya PJC terdapat beberapa komunitas yang sama di KALBAR. Tujuan keberadaan mereka adalah untuk menceritakan value musik Kota Pontianak, mereka mengembangkan industri kreatif tersebut dengan sangat bermartabat, memiliki taste mahal, rasanya sudah sama dengan Eropa, sebagai komparasi kawasan yang pernah saya tempati
Musik adalah kreativitas, berbagai definisi dari musik yang cukup universal, musik mampu menciptakan budaya peradaban. Untuk itu, Harapannya mari kita lihat musik secara profesional dengan menghargai para kreator musik ibarat profesor di perguruan tinggi yang mampu meciptakan sesuatu dan bermanfaat bagi masyarakat. (Ndy-19/07)
Bulgaria Masuk Eurozone dan Dampak Sosialnya
Tepat pada 8 Juli 2025, Komisi Eropa memberikan persetujuan kepada Bulgaria dalam menggunakan mata uang euro pada awal tahun 2026. ECB menganggap Bulgaria sudah memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan oleh Uni Eropa, mulai dari penentuan nilai inflasi dibawah standard yang diberikan UE untuk Bulgaria, suku Bunga, rasio pinjaman, cadangan devisa dan beberapa kriteria moneter lainnya yang dianggap sudah memenuhi kategori konvergensi Bank Central Uni Eropa.
"On July 8, the Council of the European Union unanimously voted on the final decisions related to Bulgaria’s adoption of the euro starting January 1, 2026. This completed the procedure, after the European Parliament had earlier the same day approved the report on introducing the common European currency in Bulgaria by a large majority. A ceremony for the signing of Bulgaria’s accession documents was also held at the Council of the EU." bta.bg
Apakah eurozone atau zona euro? adalah negara anggota Uni Eropa yang telah mengadopsi euro sebagai mata uang utama. Total 27 negara anggota uni eropa, dimana 20 negara telah mengadopsi euro sebagai mata uang dan Bulgaria pada 2026 mendatang akan menjadi negara yang ke 21.
Bergabung dalam zona euro merupakan penantian bagi negara-negara yang telah tergabung dengan Uni Eropa namun belum sepenuhnya memenuhi beberapa kriteria untuk mengukur dan memperbaiki sistem moneter bagi negara-negara tersebut.
“All European Union Member States are part of Economic and Monetary Union (EMU) and coordinate their economic policy-making to support the economic aims of the EU. However, a number of Member States have taken a step further by replacing their national currencies with the single currency – the euro. These Member States form the euro area”.
Sumber: https://economy-finance.ec.europa.eu/
Back to Bulgaria, dalam kesempatan ini, saya sedikit ingin menceritakan pengalaman dalam berapa tahun berinteraksi dan mengamati negara penghasil rose/mawar terbaik didunia, apakah mereka siap dengan eurozone?
Drama eurozone bagi Bulgaria cukup dramatis, berlangsung sejak 5 tahun lalu, sejak bergabungnya Bulgaria dengan Exchange Rate Mechanism II (ERM) pada 2020 lalu, sebuah mekanisme bagi Uni Eropa dalam menstabilkan nilai tukar dan juga sebagai ruang tunggu bagi negara-negara anggota UE yang belum mengadopsi euro sebagai mata uang.
Melalui pemberitaan media, acap kali pemerintah Bulgaria memberitakan tentang target mereka untuk memasuki zona euro, mulai dari tahun 2024, 2025 dan pada akhirnya Dewan Komisi Eropa pada 2025 memutuskan Bulgaria sudah bisa mengadopsi euro pada awal Januari 2026 mendatang.
Belum lagi drama politik di Bulgaria sejak pemilihan umum 2023, terjadi demisioner kepemimpinan, dan pada akhirnya Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov terpilih pada awal January 2025, atas suara bulat dari parlemen Bulgaria. Hal tersebut memberikan kepastian politik global bagi Bulgaria, Komisi Eropa membuka kembali ruang untuk Bulgaria untuk mempersiapkan diri memperbaiki kondisi ekonominya baik secara makro dan mikro.
Sejak bergabungnya Bulgaria dengan ERM II, banyak membuat masyarakat Bulgaria sedikit apatis adanya ketidak pedulian, para pemikir kiri di Bulgaria banyak mengatakan bahwa dengan bergabungnya Bulgaria dalam zona euro dikhawatirkan ketidaksiapan elite pemerintah dalam menangkal laju inflasi, sehigga akan melemahkan daya beli bagi masyarakat Bulgaria.
Sebagai seorang traveller yang sering malakuan perjalanan luar negeri, eropa bukanlah negara yang murah untuk dikunjungi, khususnya wilayah eropa barat yang notabennya mereka adalah penguasa rezim kawasaan seperti Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, Luxemburg, Italia, Spanyol dimana yang bisa menikmati hanyalah luxury wisatawan dikarenakan tingginya harga-harga mulai dari akomodasi, transportasi, makanan dan seterusnya.
Sebagai contoh, akomodasi seperti hotel, paling murah perhari bisa mencapai 100-200 euro, makanan dan minuman paling hemat mencapai 20 euro/orang, dan menyedihkan bagi para perokok, harga rokok tidaklah murah per pack bisa mencapai euro 5-12.
Kondisi tersebut, jika kita bandingkan dengan Bulgaria, harga masih 50% jauh lebih murah dibawah harga-harga dari negara uni eropa yang telah mengadopsi mata uang euro. Sebagai contoh Kroasia dan Siprus yang terbilang baru masuk dalam zona euro, numbeo.com menyebutkan negara tersebut memiliki living cost 20-49% lebih mahal dari Bulgaria.
Bulgaria Produk Domestik Bruto (PDB), 10-15%-nya berkontribusi dari pariwisata, cukup besar dan hampir wisatawan yang berkunjung berasal negara eropa barat dan sekitarnya, karena pariwisata di negeri itu terbilang memiliki produk wisata dengan "kategori murah". Kita bisa membeli sesuatu produk dengan merek yang sama dengan harga lebih murah dari negara-negara eropa yang sudah mengadopsi euro sebagai mata uang.
Salah satu kekhawtiran yang dihadapi beberapa masyarkat Bulgaria, dengan masuknya Bulgaria dalam zona euro, dikhawatirkan tidak dianggap lagi sebagai destinasi murah. Begitu pula kluster bawah Bulgaria, juga mengkhawatirkan hal yang sama.
Apakah harga kebutuhan pokok primers dan skunder masih bisa bisa bertahan, tidak terkerek naik?
“The president called Bulgaria’s eurozone accession a “strategic mistake with long-term consequences” taken without national consensus. He said the real sabotage of the euro was not coming from abroad, but from the government’s failure to implement effective price controls and outline a vision for aligning the economy with eurozone standards “
Sumber:https://www.novinite.com/articles/233359/%27Strategic+Mistake%27%3A+President+Radev+Warns+Bulgaria%E2%80%99s+Eurozone+Entry+Lacks+Consensus+and+Risks+Long-Term+Damage.
Sedikit membaca data statistik yang dilansir statistik lokal Bulgaria, sejak lima tahun terakhir, pada 2021 s.d 2025 total inflasi Bulgaria secara akumulasi mencapai lebih dari 30%, dan kuartal pertama pada 2024 (YoY) sebesar 2,7%, dinamika tersebut terjadi dikarenakan adanya pandemi global yang melanda dunia, dampak pertikaian antara Rusia-Ukraina dan resesi global lainnya yang dirasakan dunia saat ini, diprediksi masih akan memicu inflasi sampai dengan akhir tahun 2025.
Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah Bulgaria telah menaikkan upah minimum regionalnya (UMR), dimana dalam lima tahun terakhir telah mencapai lebih dari 60% dari euro 332 (2021), dan tahun 2025 menjelang adopsi euro 2026 menjadi sebesar euro 551. UMR Bulgaria juga termasuk terendah jika dibandingkan dengan negara uni eropa lainnya, dimana rata-rata UMR negara eurozones mencapai euro 1000 s.d. euro 2500.
Melirik negara-negara
yang baru bergabung zona euro seperti Kroasia, dimana pada tahun 2023 lalu
telah resmi mengadopsi mata uang euro, taraf hidup di negara tersebut perlahan
naik. Kroasia dianggap sebagai pariwisata mahal untuk wilayah Eropa Timur Tengah (ETT) melebihi dari
negara pesaingnya Yunani dan Spanyol. Kondisi tersebut juga saya rasakan disaat
berkunjung ke Kroasia pada akhir 2023 lalu. Namun, mahalnya pariwisata di Kroasia
cukup terbayarkan dengan infrastruktur yang memadai dan kita disajikan pemandangan
yang cukup apik dengan balutan perdaban dan sejarah.
"in the past three years, tourism prices in Croatia have risen by about 50%, while other Mediterranean countries have seen increases of only 15–20%. This surge has made Croatia more expensive than major competitors like Greece and Spain, putting its affordability at risk."
sumber:https://etias.com/articles/rising-prices-in-croatian-tourism-raise-concerns-for-travelers,-economy
Dampak eurozone tersebut, kedepan akan banyak mempengaruhi perekenomian Bulgaria, tentunya kearah yang lebih positif, kontrol dan pengawsan moneter Bulgaria akan termonitor secara langsung melalui European Central Bank (ECB) dan Komisi Europa, kepercayaan global investor tentunya akan semakin positif.
Menghadapi tahun 2026, bagi Bulgaria tentunya bukan hal yang gampang, bahkan akan menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Bulgaria, terutama secara sosial dalam membangun kepercayaan masyarakat dalam menekan inflasi, meningkatkan daya beli, dan saya sangat berkeyakinan menjelang 2026, Bulgaria akan kembali menaikan UMR bagi para pekerja dan menjaga stabilitas politik internalnya.
Secara prooteksi sosial, Pemerintah Bulgaria cukup lugas dan tegas kepada masyarakatnya, seperti mewajibkan kepada pemberi kerja untuk membayarkan sosial securiti dan asuransi kepada para pekerja, serta memerhatikan para pension.
Bulgaria adalah negara memiliki paket lengkap dalam hal pariwisata, geography negara ini cukup mampu memberikan prospek pariwisata sebagai destinasi yang memiliki nilai jual baik dari sisi sejarah peradaban, budaya, alam dan empat musimnya bisa memberikan pengalaman menarik bagi para wisatawan yang berasal dari negeri tropis.
Semoga tepat
pada 1 January 2026 mendatang Bulgaria mampu membawa masyarakatnya melakukan good
take off menuju eurozone, dan landing menjadi Bulgaria yang mapan
secara ekonomi dengan peningkatan strata sosial masyarakat yang bersahaja.
THE PHILOSOPHY OF INTELLIGENCE
Suatu Kehormatan Mendapatkan Harta Berharga Buku “THE PHILOSOPHY OF INTELLIGENCE” Langsung Dari Penulisnya JENDERAL TNI (PURN.) PROF. DR. ABDULLAH MAHMUD HENDROPRIYONO, S.T., S.H., M.H
"VELOX ET EXACTUS” berasal
dari Bahasa Yunani merupakan kata kunci yang saya dapati ketika membaca lembaran-lembaran
awal dalam membaca buku Philosophy of Intelligence karya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Abdullah Mahmud Hendropriyono, atau biasa sering disapa
akrab A.M Hendropriyono dalam Bahasa
Indonesia velox et exactus adalah “kecepatan dan ketepatan”.
Kecepatan dan ketepatan dalam
buku tersebut merupakan pondasi seorang agen inteligen untuk bertindak dalam mengemban
sebuah misi. ‘Velox at exactus’ sendiri dibahas secara khusus pada Bab keempat dibuku
Philosophy of Intelligence. Velox at exactus menurut saya adalah kata kunci penting dalam buku yang dicetak setebal 200 halaman, dimana selalu mewarnai pada setiap pembahasan bab per
bab buku tersebut, artinya ‘kecepatan dan ketepatan’ dianggap begitu penting bagi
seorang inteligen atau agen untuk bertindak dalam pengambilan keputusan.
Dalam buku tersebut menyebutkan bahwa logic dalam philosophy adalah konstruksi dasar dalam philosophy intelligence. “corgito
ergo sum” or I think therefore I exist” begitulah penggalan pepatah lama (Rene
Descartes -1596) dalam buku tersebut yang dimaknai sebagai “saya berpikir maka
saya ada”, seorang agen yang tidak mampu berpikir maka agen tersebut dianggap
mati.
Buku yang berisikan essay dan
pemikirannya bapak Jenderal Hendropriyono seorang legend dan tokoh intelligence
bangsa beliau menuliskan essay dan pemikirannya dengan bahasa yang sangat mudah
dicerna oleh para pembaca awam seperti saya. Jujur ketika membaca buku-buku filsuf
selalu didapati beberapa diksi dan padanan kata yang sangat berat dan harus
kita verifikasi atau dicari makna kataya terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan
ke chapter berikutnya.
Buku ini begitu mengalir mulai
dari abstraksi awal kemudian masuk ke bab pendahuluan sangat membuat kita
penasaran untuk masuk ke chapter berikutnya, biasanya buku-buku berat sudah dapat
dipastikan saya akan stop di pendahuluan dan mencoba untuk menarik konklusi dan akan
slalu terbenak dipikiran saya ‘ntar aja lanjutnya, tunggu waktu senggang’.
Membaca buku Philosophy of Intelligence
bagi saya, sama seperti halnya ketika
saya menonton film The Bourne Identity yang disutradarai Douglas Eric
Liman dan dibintangi aktor top dunia Mad
Damon berperan sebagai Jason Bourne seorang agen CIA yang mendera amnesia
ketika bertugas, namun karena sudah terbiasa dan terlatih, alam bawah sadarnya
slalu mengajak dia bertidak berdasarkan ketepatan dan kecepatan, bagaimana dia
melakukan due diligent, mengumpulkan data A1, menganalisanya dengan
cepat untuk bertindak dalam pengambilan keputusan.
Dalam dua jam dengan begitu
nikmatnya membaca buku Philosophy of Intelligence saya sudah masuk ke bab III “Essence”
atau esensi, membahas esensi berpikir seorang agen.
Saya yakin beliau bapak
Hendropriyono menulis buku Philosophy of Intelligence tidak diperuntukan
terbatas hanya untuk para intelligence atau agen-agen nasional yang sedang
bertugas menjaga NKRI, akan tetapi dengan penulisan yang begitu mengalir saya
merasakan buku ini juga diperuntukan atau dapat dikonsumsi tanpa batas bagi orang-orang
biasa seperti saya yang bekerja di segala sektor untuk dapat menyerap ilmu
philosophy intelligence yang bisa diaplikasikan sebagai bentuk akurasi, kecepatan, dan ketepatan dalam dunia
kerja.
Terimakasih atas harta yang
sangat berharga ini, ilmu yang sangat berharga ini kelak akan dapat menjadi pedoman
dan motivasi bagi setiap generasi, khususnya generasi muda untuk bertidak lebih
mengedepankan keakuratan berpikir, kritis , dan Velox et Exactus.(NDY-9/12/22)
Sehat, Berkah, dan Bahagia slalu
buat bapak A.M Hendropriyono sekeluarga..Aamiin
PANDEMI = PANIK DEMI COVID 19
![]() |
| Ilustrasi gambar - https://blogs.chapman.edu |
Panik demi COVID-19 ? COVID-19 seakan slalu memproduksi cerita dan drama-drama baru, dari hari ke hari korban semakin meningkat, data WHO saat ini menunjukan lebih 4 juta jiwa penduduk dunia telah terinfeksi, dan 200 ribu jiwa korban meninggal, belum lagi drama ekonomi global seperti orang bunuh diri lompat dari pesawat tanpa menggunakan parasut.
CERITA DAN DRAMA COVID 19
![]() |
| sumber gambar : https://www.timescolonist.com |
Melihat situasi dunia saat ini dengan kedatangan sang virus yang dinamakan Corona dan dalam beberapa bulan berganti nama yang sangat keren menjadi Covid 19, mampu membuat seluruh dunia panik, ketakutan dan paling parahnya dalam tempo tiga bulan ekonomi crash/anjlok secara global, harga minyak turun drastis, rupiah melemah, dan
IHSG yg tadinya bertengger 6000 sekaang terjun bebas di angka 4000, terjadi panic buying dimana – mana, semua negara memberlakukan lockdown di negaranya masing - masing demi memperotek dan menghambat penyeberan siCovid 19 ini. Kondisi tersebut membuat diri saya dan mungkin seluruh penduduk dunia resah, covid 19 mampu menegaskan sirkulasi 10 tahunan anjloknya ekonomi dunia yang saya pahami sejak tahun 1998, 2008 dan diawali kembali pada tahun 2018 dimulai dengan krisis keuangan global, perang dagang, hingga puncaknya pada awal tahun 2020, covid 19 telah mempertegas kembali rontoknya ekonomi secara global.














