Latest Posts

Bulgaria Resmi Menggunakan Euro Sebagai Alat Transaksi



Tepat tanggal 1 January 2026, dengan disambut gempita hamparan kembang api mewarnai hampir seluruh langit Sofia, menandai resminya Bulgaria menggunakan euro sebagai mata uang resmi menggantikan leva yang telah lebih setengah abad menemani masyarakat Bulgaria dalam betransaksi. Selanjutnya kondisi tersebut juga mewarnai sistem moneter Bulgaria, dimana selama ini dibawah kendali Dewan Mata Uang dan peranan tersebut dikembalikan kembali kepada Bank National Bulgaria sebagai bank sentral yang memiliki peran moneter, serta berkoordinasi dengan European Central Bank (ECB) dengan langkah mengikuti kebijakan uni Eropa.

Sampai dengan Saat ini, masyarakat eropa masih terus menukarkan levanya ke euro dengan batas yang telah ditentukan oleh pemerintah sampai dengan 30 Juni 2026. Seluruh elemen bisnis masih diperbolehkan betransaksi dengan menggunakan leva. Para konsumen masih diperboleh membayar dengan lev, namun kembalian uang tersebut sudah harus menggunakan euro sampai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah Bulgaria. Seluruh pusat pembelanjaan masih menggunakan dua label harga (lev & euro).


Kekhawatiran akan terjadinya inflasi agak dirasakan, beberapa kebutuhan pokok dirasakan naik. Pemerintah saat ini terus melakukan monitor harga dipasaran, karena konversi terhadap harga kedalam euro, disinyalir banyak terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pedagang. Hal tersebut dirasakan masyarakat Bulgaria sendiri berdampak fantastis terhadap kenaikan harga barang. Pemerintah sendiri secara resmi telah menetapkan nilai tukar tetap 1 euro = 1.955583 lev. 

Perjalanan Bulgaria dalam mengadopsi euro banyak melalui perhelataan dan dinamika yang cukup panjang, baik secara politik, sosial dan ekonomi. Berbagai pertentangan-pertentangan muncul dari para ekonom kiri dan oposisi yang menganggap dan membayangkan akan adanya hyper inflasi dimana pernah terjadi sebelumnya (1996-1997) dan menjadi bagian sejarah kelam Bulgaria, masyarakat Bulgaria mengingatnya dengan kejadian 'Videnov Winter''.
 
Bahkan baru-baru ini generasi z (Gen Z) Bulgaria, juga menyuarakan keresahan mereka pada Desember 2025 lalu menjelang pemberlakuan euro. Dengan gaya khas Gen Z , mereka mampu memobilisasis massa melalui platform digital seperti tiktok, Instagram dan platform lainnya dan berhasil mengadiri demonstrasi terbesar sepajang sejarah Bulgaria. Sebanyak lebih dari 50 ribu hingga 100 ribu masyarakat turun kejalan dan serempak disluruh kota besar di Bulgaria seperti Plovdiv, Burgas dan Varna.

Gen Z memaparkan spanduk dalam demo tersebut dengan slogan 'Gen Z is Coming' & 'Young Bulgaria without Mafia'. Mereka menuntut pemerintah bersih untuk bebas dari praktik korupsi dan campur tangan para oligarki politik yang terus mewarnai pemerintahan selama ini. Bentuk keresahan tersebut mampu menumbangkan pemerintahan Bulgaria dengan mundurnya Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov. Seluruh rancangan Anggaran 2026 yang diusulkan oleh pemerintah ditolak dikarenakan adanya kesenjangan dimasyarakat.

Selain itu, saya juga melihat ada beberapa komunitas masyarakat yang masih menginginkan pemerintah untuk tidak menghilangkan leva, mereka mengginkan untuk menggunakan dua mata uang tersebut sejalan beriringan dalam mendukung transaksI.

Kedatangan euro di Bulgaria tanpa disambut dengan pemerintahan reguler, walaupun sampai dengan pemilihan suara berikutnya PM Saat ini masih menjadi pemimpin sementara. Parlemen Bulgaria masih dalam keadaan reses sampai dengan 10 Januari 2026 dan belum ada penetapan tanggal serta waktu kapan pemilihan suara akan dilaksanakan. 

Bulgaria masih akan dihadapkan dengan ketidakpastian politik sampai dengan pemerintahan baru terbentuk. Menjadi sejarah baru dikawasan eropa, dimana negara lainnya dalam mempersiapkan euro tentunya sudah memiliki kepastian politik yang lebih aman sedangkan euro hadir di Bulgaria tanpa adanya ketidakpastian politik. 

Pertanyaanya apakah dengan kehadiran euro di Bulgaria mampu memberikan harapan baru untuk kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakatnya, atau menjadi polemik baru yang menghasilkan ketidakstabilan ? 

Harapan optimisnya, diharapkan euro dapat memberikan percepatan pertumbuhan Ekonomi dan politik kearah yang lebih baik, dan Bulgaria menjadi kekuatan baru dalam menopang pertumbuhan ekonomi kawasan..will see - Happy new years 2026 (Ndy)



Bulgaria Masuk Eurozone dan Dampak Sosialnya


Tepat pada 8 Juli 2025, Komisi Eropa memberikan persetujuan kepada Bulgaria dalam  menggunakan mata uang euro pada awal tahun 2026. ECB menganggap Bulgaria sudah memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan oleh Uni Eropa, mulai dari penentuan nilai inflasi dibawah standard yang diberikan UE untuk Bulgaria, suku Bunga, rasio pinjaman, cadangan devisa dan beberapa kriteria moneter lainnya yang dianggap sudah memenuhi kategori konvergensi Bank Central Uni Eropa.

"On July 8, the Council of the European Union unanimously voted on the final decisions related to Bulgaria’s adoption of the euro starting January 1, 2026. This completed the procedure, after the European Parliament had earlier the same day approved the report on introducing the common European currency in Bulgaria by a large majority. A ceremony for the signing of Bulgaria’s accession documents was also held at the Council of the EU." bta.bg

Apakah eurozone atau zona euro? adalah negara anggota Uni Eropa yang telah mengadopsi euro sebagai mata uang utama. Total 27 negara anggota uni eropa, dimana 20 negara telah mengadopsi euro sebagai mata uang dan Bulgaria pada 2026 mendatang akan menjadi negara yang ke 21. 

Bergabung dalam zona euro merupakan penantian bagi negara-negara yang telah tergabung dengan Uni Eropa namun belum sepenuhnya memenuhi beberapa kriteria untuk mengukur dan memperbaiki sistem moneter bagi negara-negara tersebut. 

“All European Union Member States are part of Economic and Monetary Union (EMU) and coordinate their economic policy-making to support the economic aims of the EU. However, a number of Member States have taken a step further by replacing their national currencies with the single currency – the euro. These Member States form the euro area”.

Sumber: https://economy-finance.ec.europa.eu/

Back to Bulgaria, dalam kesempatan ini, saya sedikit ingin menceritakan pengalaman dalam berapa tahun berinteraksi dan mengamati negara penghasil rose/mawar terbaik didunia, apakah mereka siap dengan eurozone?

Drama eurozone bagi Bulgaria cukup dramatis, berlangsung sejak 5 tahun lalu, sejak bergabungnya Bulgaria dengan Exchange Rate Mechanism II (ERM) pada 2020 lalu, sebuah mekanisme bagi Uni Eropa dalam menstabilkan nilai tukar dan juga sebagai ruang tunggu bagi negara-negara anggota UE yang belum mengadopsi euro sebagai mata uang.

Melalui pemberitaan media, acap kali pemerintah Bulgaria memberitakan tentang target mereka untuk memasuki zona euro, mulai dari tahun 2024, 2025 dan pada akhirnya Dewan Komisi Eropa pada 2025 memutuskan Bulgaria sudah bisa mengadopsi euro pada awal Januari 2026 mendatang.

Belum lagi drama politik di Bulgaria sejak pemilihan umum 2023, terjadi demisioner kepemimpinan, dan pada akhirnya Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov terpilih pada awal January 2025,  atas suara bulat dari parlemen Bulgaria.  Hal tersebut  memberikan kepastian politik global bagi Bulgaria,  Komisi Eropa membuka kembali ruang untuk Bulgaria untuk mempersiapkan diri  memperbaiki kondisi ekonominya baik secara makro dan mikro.


Sejak bergabungnya Bulgaria dengan ERM II, banyak membuat masyarakat Bulgaria sedikit apatis adanya ketidak pedulian, para pemikir kiri di
Bulgaria banyak mengatakan bahwa dengan bergabungnya Bulgaria dalam zona euro dikhawatirkan ketidaksiapan elite pemerintah dalam menangkal laju inflasi, sehigga akan melemahkan daya beli bagi masyarakat Bulgaria.

Sebagai seorang traveller yang sering malakuan perjalanan luar negeri,  eropa  bukanlah negara yang murah untuk dikunjungi, khususnya wilayah eropa barat yang notabennya mereka adalah penguasa rezim kawasaan seperti Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, Luxemburg, Italia, Spanyol dimana yang bisa menikmati hanyalah luxury wisatawan dikarenakan tingginya harga-harga mulai dari akomodasi, transportasi, makanan dan seterusnya.

Sebagai contoh, akomodasi seperti hotel, paling murah perhari bisa mencapai 100-200 euro, makanan dan minuman paling hemat mencapai 20 euro/orang, dan menyedihkan bagi para perokok, harga rokok tidaklah murah per pack bisa mencapai euro 5-12.

Kondisi tersebut, jika kita bandingkan dengan Bulgaria, harga masih 50% jauh lebih murah dibawah harga-harga dari negara uni eropa yang telah mengadopsi mata uang euro. Sebagai contoh Kroasia dan Siprus yang terbilang baru masuk dalam zona euro, numbeo.com menyebutkan negara tersebut memiliki living cost 20-49% lebih mahal dari Bulgaria.

Bulgaria Produk Domestik Bruto (PDB), 10-15%-nya berkontribusi dari pariwisata, cukup besar dan hampir wisatawan yang berkunjung berasal negara eropa barat dan sekitarnya, karena pariwisata di negeri itu terbilang memiliki produk wisata dengan "kategori murah". Kita bisa membeli sesuatu produk dengan merek yang sama dengan harga lebih murah dari negara-negara eropa yang sudah mengadopsi euro sebagai mata uang.

Salah satu kekhawtiran yang dihadapi beberapa masyarkat Bulgaria,  dengan masuknya Bulgaria dalam zona euro, dikhawatirkan tidak dianggap lagi sebagai destinasi murah. Begitu pula kluster bawah Bulgaria, juga mengkhawatirkan hal yang sama.

Apakah harga kebutuhan pokok primers dan skunder masih bisa bisa bertahan, tidak terkerek naik?

“The president called Bulgaria’s eurozone accession a “strategic mistake with long-term consequences” taken without national consensus. He said the real sabotage of the euro was not coming from abroad, but from the government’s failure to implement effective price controls and outline a vision for aligning the economy with eurozone standards “

Sumber:https://www.novinite.com/articles/233359/%27Strategic+Mistake%27%3A+President+Radev+Warns+Bulgaria%E2%80%99s+Eurozone+Entry+Lacks+Consensus+and+Risks+Long-Term+Damage.

 Sedikit membaca data statistik yang dilansir statistik lokal Bulgaria, sejak lima tahun terakhir, pada 2021 s.d 2025 total inflasi Bulgaria secara akumulasi mencapai lebih dari 30%, dan kuartal pertama pada 2024 (YoY) sebesar 2,7%, dinamika tersebut terjadi dikarenakan adanya pandemi global yang melanda dunia, dampak pertikaian antara Rusia-Ukraina dan resesi global lainnya yang dirasakan dunia saat ini, diprediksi masih akan memicu inflasi sampai dengan akhir tahun 2025.

Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah Bulgaria telah menaikkan upah minimum regionalnya (UMR), dimana dalam lima tahun terakhir telah mencapai lebih dari 60% dari euro 332 (2021), dan tahun 2025 menjelang adopsi euro 2026 menjadi sebesar euro 551. UMR Bulgaria juga termasuk terendah jika dibandingkan dengan negara uni eropa lainnya, dimana rata-rata UMR negara eurozones mencapai euro 1000 s.d. euro 2500.


Melirik negara-negara yang baru bergabung zona euro seperti Kroasia, dimana pada tahun 2023 lalu telah resmi mengadopsi mata uang euro, taraf hidup di negara tersebut perlahan naik. Kroasia dianggap sebagai pariwisata mahal untuk wilayah Eropa Timur Tengah (ETT) melebihi dari negara pesaingnya Yunani dan Spanyol. Kondisi tersebut juga saya rasakan disaat berkunjung ke Kroasia pada akhir 2023 lalu. Namun, mahalnya pariwisata di Kroasia cukup terbayarkan dengan infrastruktur yang memadai dan kita disajikan pemandangan yang cukup apik dengan balutan perdaban dan sejarah. 

"in the past three years, tourism prices in Croatia have risen by about 50%, while other Mediterranean countries have seen increases of only 15–20%. This surge has made Croatia more expensive than major competitors like Greece and Spain, putting its affordability at risk."

sumber:https://etias.com/articles/rising-prices-in-croatian-tourism-raise-concerns-for-travelers,-economy

Dampak eurozone tersebut, kedepan akan banyak mempengaruhi perekenomian Bulgaria, tentunya kearah yang lebih positif, kontrol dan pengawsan moneter Bulgaria akan termonitor secara langsung melalui European Central Bank (ECB) dan Komisi Europa, kepercayaan global investor tentunya akan semakin positif.

Menghadapi tahun 2026, bagi Bulgaria tentunya bukan hal yang gampang, bahkan akan menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Bulgaria, terutama secara sosial dalam membangun kepercayaan masyarakat dalam menekan inflasi, meningkatkan daya beli, dan saya sangat berkeyakinan menjelang 2026, Bulgaria akan kembali menaikan UMR bagi para pekerja dan menjaga stabilitas politik internalnya. 

Secara prooteksi sosial, Pemerintah Bulgaria cukup lugas dan tegas kepada masyarakatnya, seperti mewajibkan kepada pemberi kerja untuk membayarkan sosial securiti dan asuransi kepada para pekerja, serta memerhatikan para pension.

Bulgaria adalah negara memiliki paket lengkap dalam hal pariwisata, geography negara ini cukup mampu memberikan prospek pariwisata sebagai destinasi yang memiliki nilai jual baik dari sisi sejarah peradaban, budaya, alam dan empat musimnya bisa memberikan pengalaman menarik bagi para wisatawan yang berasal dari negeri tropis.

Semoga tepat pada 1 January 2026 mendatang Bulgaria mampu membawa masyarakatnya melakukan good take off menuju eurozone, dan landing menjadi Bulgaria yang mapan secara ekonomi dengan peningkatan strata sosial masyarakat yang bersahaja.

Saya Membaca Buku Filsafat Intelijen karya Jenderal Hendropriyono, dan Saya Baru Paham Arti 'Berpikir Cepat dan Tepat'.

 

Bersama Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Abdullah Mahmud Hendropriyono

Suatu Kehormatan Mendapatkan Harta Berharga Buku “THE PHILOSOPHY OF INTELLIGENCE” Langsung Dari Penulisnya JENDERAL TNI (PURN.) PROF. DR. ABDULLAH MAHMUD HENDROPRIYONO, S.T., S.H., M.H  

"VELOX ET EXACTUS” berasal dari Bahasa Yunani merupakan kata kunci yang saya dapati ketika membaca lembaran-lembaran awal dalam membaca buku Philosophy of Intelligence karya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Abdullah Mahmud Hendropriyono, atau biasa sering disapa akrab A.M  Hendropriyono dalam Bahasa Indonesia velox et exactus adalah “kecepatan dan ketepatan”.

Kecepatan dan ketepatan dalam buku tersebut merupakan pondasi seorang agen inteligen untuk bertindak dalam mengemban sebuah misi. ‘Velox at exactus’ sendiri dibahas secara khusus pada Bab keempat dibuku Philosophy of Intelligence.  Velox at exactus menurut saya adalah kata kunci penting dalam buku yang dicetak setebal 200 halaman, dimana selalu mewarnai pada setiap pembahasan bab per bab buku tersebut, artinya ‘kecepatan dan ketepatan’ dianggap begitu penting bagi seorang inteligen atau agen untuk bertindak dalam pengambilan keputusan.

Philosophy of Intelligence sendiri dimaknai dalam buku ini adalah cara berpikir dan pengembangan intelektual berpikir seorang agen, agar tidak berhenti berpikir kritis layaknya seperti para tokoh-tokoh filsuf dunia. Untuk bertindak cepat dan tepat seorang agen harus terus berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuannya dalam segala bidang sebagai referensi agar tidak terjadi ‘logical fallacy’ atau kekeliruan logis. Ibarat dari sebuah pohon yang juga dibahas dalam buku tersebut ‘logic’ adalah akarnya dan Philosophy of Intelligence adalah land atau tanahnya.

Dalam buku tersebut menyebutkan bahwa logic dalam philosophy adalah konstruksi dasar dalam philosophy intelligence. “corgito ergo sum” or I think therefore I exist” begitulah penggalan pepatah lama (Rene Descartes -1596) dalam buku tersebut yang dimaknai sebagai “saya berpikir maka saya ada”, seorang agen yang tidak mampu berpikir maka agen tersebut dianggap mati.

Buku yang berisikan essay dan pemikirannya bapak Jenderal Hendropriyono seorang legend dan tokoh intelligence bangsa beliau menuliskan essay dan pemikirannya dengan bahasa yang sangat mudah dicerna oleh para pembaca awam seperti saya. Jujur ketika membaca buku-buku filsuf selalu didapati beberapa diksi dan padanan kata yang sangat berat dan harus kita verifikasi atau dicari makna kataya terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan ke chapter berikutnya.

Buku ini begitu mengalir mulai dari abstraksi awal kemudian masuk ke bab pendahuluan sangat membuat kita penasaran untuk masuk ke chapter berikutnya, biasanya buku-buku berat sudah dapat dipastikan saya akan stop di pendahuluan dan mencoba untuk menarik konklusi dan akan slalu terbenak dipikiran saya ‘ntar aja lanjutnya, tunggu waktu senggang’.

Membaca buku Philosophy of Intelligence bagi saya,  sama seperti halnya ketika saya menonton film The Bourne Identity yang disutradarai Douglas Eric Liman dan  dibintangi aktor top dunia Mad Damon berperan sebagai Jason Bourne seorang agen CIA yang mendera amnesia ketika bertugas, namun karena sudah terbiasa dan terlatih, alam bawah sadarnya slalu mengajak dia bertidak berdasarkan ketepatan dan kecepatan, bagaimana dia melakukan due diligent, mengumpulkan data A1, menganalisanya dengan cepat untuk bertindak dalam pengambilan keputusan.  

Dalam dua jam dengan begitu nikmatnya membaca buku Philosophy of Intelligence saya sudah masuk ke bab III “Essence” atau esensi, membahas esensi berpikir seorang agen.

Saya yakin beliau bapak Hendropriyono menulis buku Philosophy of Intelligence tidak diperuntukan terbatas hanya untuk para intelligence atau agen-agen nasional yang sedang bertugas menjaga NKRI, akan tetapi dengan penulisan yang begitu mengalir saya merasakan buku ini juga diperuntukan atau dapat dikonsumsi tanpa batas bagi orang-orang biasa seperti saya yang bekerja di segala sektor untuk dapat menyerap ilmu philosophy intelligence yang bisa diaplikasikan sebagai bentuk akurasi, kecepatan,  dan ketepatan dalam dunia kerja.  

Terimakasih atas harta yang sangat berharga ini, ilmu yang sangat berharga ini kelak akan dapat menjadi pedoman dan motivasi bagi setiap generasi, khususnya generasi muda untuk bertidak lebih mengedepankan keakuratan berpikir, kritis , dan Velox et Exactus.(NDY-9/12/22)

Sehat, Berkah, dan Bahagia slalu buat bapak A.M Hendropriyono sekeluarga..Aamiin

PANDEMI = PANIK DEMI COVID 19


Ilustrasi gambar - https://blogs.chapman.edu

Panik demi COVID-19 ? COVID-19 seakan slalu memproduksi cerita dan drama-drama baru, dari hari ke hari korban semakin meningkat, data WHO saat ini menunjukan lebih 4 juta jiwa penduduk dunia telah terinfeksi, dan 200 ribu jiwa korban meninggal, belum lagi drama ekonomi global seperti orang bunuh diri lompat dari pesawat tanpa menggunakan parasut.

Namun patut kita sukuri bahwa tingkat kesembuhan dari outbreak ini cukuplah tinggi dibandingkan dengan angka kematian akibat COVID-19,  data yang dilansir Jhon Hopkins media center, angka tabulasi yang sembuh dari COVID-19 diatas 1 juta jiwa atau berkisar diangka 20%, walaupun vaksin atau obat khusus untuk penyakit ini masih dalam proses.

Dari beberapa berita yang saya baca, pada umumnya pasien  sembuh, mendapatkan treatment dari para medis adalah dengan cara melakukan isolasi khusus terhadap pasien tersebut serta meningkatkan imunitas tubuh mereka  dengan cara mengkonsumsi vitamin, makanan bergizi dan berusaha mengajak pasien untuk tetap dalam kondisi stabil atau tidak stress, ironisnya lagi obat-obat tradisional (Jamu) saat ini menjadi trend, penjualannya meningkat tajam, artinya masyarakat berusaha menjaga ketahanan tubuhnya dengan melakukan segala bentuk ikhtiar.

Standar pencegahan yang dikampanyekan WHO juga telah menjadi rujukan seluruh manusia dunia, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, sanitizer, menjaga jarak, /social distancing, dan tetap melakukan prilaku hidup bersih. Muncul gelombang tsunami positif, tanpa kita sadari seperti membentuk pola baru mengajak manusia untuk hidup lebih bersih, dan bagaimana betapa pentingnya dampak dari cuci tangan pada kehidupan kita saat ini ..he..he. 

COVID-19 tidak pandang bulu, angka tertinggi penyebarannya  berdampak di wilayah Eropa dan Amerika yang telah mencapai lebih dari 1 juta jiwa. Kedua benua yang selalu menjadi perhatian dan perbandingan dunia dalam melihat tataran kehidupan mayarakatnya, bisa dikatakan sangat sadar, sophisticated, taat terhadap regulasi dan dianggap lebih teratur.

“Tapi data tersebut  bukan mewakili satu negara ya..” benar angka tersebut bukan merupakan representasi dari satu negara, namun terlintas justeru angka penyumbang terbesar adalah negara - negara besar dimana memiliki peradaban sosial yang cukup mapan.

Aneh ya !!!

Apakah bumi kembali berevolusi. Berputar kembali ke kondisi sejarah pandemi yang terjadi pada abad - abad sebelumnya, blackdeath, wabah Spanish flu ada abad ke 19 yang juga mengguncang dunia dimana memakan korban lebih 5 % penduduk dunia terinveksi wabah tersebut, dan menginfeksi lebih dari 20% masyarakat eropa.

Konon ada yang mengatakan wabah spain flu tersebut merupakan senjata biologi yang digunakan pada perang dunia pertama. Kemudian wabah cholera yang sempat banyak di jadikan cerita – cerita novel romatis, salah satu diantaranya adalah    love time n cholera”.

Dalam sejarah Islam sendiri, Nabi besar Muhammad SAW pernah menghadapi wabah, dan cara yang dilakukan beliau adalah dengan menutup kota Madinah pada saat itu agar umatnya untuk tidak keluar dari kota dan umatnya yang dari luar untuk tidak masuk ke kota yang telah terkena wabah, tujuannya untuk menghambat penularan dari wabah tersebut.

Dari sebuah riset yang ditulis oleh dua orang pakar ekonomi dunia Sergio Correia, (Economist, Board of Governors of the Federal Reserve System) dan Stephan Luck, (Economist, Research and Statistics Group of the Federal Reserve Bank of New York) yang berjudul “How can we save lives and the economy? Lessons from the Spanish Flu pandemic”, dalam risetnya menyebutkan penerapan Non – Pharmaceutical Interventions (NPIs) atau umum kita kenal dengan social distancing sangatlah penting, karantina wilayah dapat memiliki efek positif dalam membatasi lonjakan infeksi dan menghindari korban massal, dalam studinya yang diambil dari pandemic Spanish flu tahun 1918 bahwa kota – kota yang menerapkan  NPIs atau social distancing secara lebih awal tidak akan berdampak terhadap masalah ekonomi yang berkepanjangan, dan kota tersebut dapat melaksanakan ekonomi riil setelah pandemi mereda, dan dari risetnya mengatakan kota tersebut akan lebih cepat mengalami peningkatan secara ekonomi dibanding kota – kota lainnya.

Fakta yang saya amati sejak munculnya wabah COVID-19, masyarakat dunia begitut panik, penyebaran wabah ini seakan berlari begitu cepat, dari Januari 2020 sampai saat ini sudah menginfeksi jutaan  penduduk dunia.

Logika sederhana saya mengatakan, kenapa ketika virus tersebut mulai mewabah, kita tidak mengikuti petunjuk yang terbentuk dari sejarah atau belajar dari sejarah, tentunya tidak akan ada kejadian sebesar ini. Pencegahan suatu wabah  sangatlah simple “cukup dengan menahan pergerakan manusia”, jika ada yang terinfeksi rawat dan isolasi mereka dengan nyaman tanpa menimbulkan stress. Kegiatan diberhentikan sementara dan seluruh energi fokuskan untuk menghadapi dampak sosial yang akan terjadi dimasyarakat.  

Entah kenapa negara seperti Amerika dan Eropa benar - benar terpapar parah, sebodoh itukah benua memiliki tataran kehiduan sosial yang begitu mapan, hingga wabah tersebut mampu menyerang begitu dasyatnya, dan very funnynya lagi China yang kita ketahui sebagai pusat penyebaran wabah mampu menekan angka masyarakatnya yang terinfeksi, sejak Februari 2020 lalu, negara tirai bambu menduduki klansemen teratas dari angka korban terbanyak, namun sampai bulan Maret kondisi tersebut berubah, China sangat survive, angka yang terinveksi sangat flat dan  klansmen tersebut digantikan oleh Amerika. China sangat berhasil menerapkan social distancing.

Amerika dan China sejak 2019 telah memulai pertikaiannya dengan perang dagang antar dua negara yang juga memberikan dampak ekonomi dunia, kemudian perang dagang tersebut berlanjut dengan pandemi COVID-19, yang sampai saat ini masih menjadi polemik kita semua. Ada berita dimedia yang saya baca ntah benar atau tidak menyebutkan bahwa Amerika akan menuntut China atas pandemi yang telah menimpa dunia, Amerika mengangap Chinalah biang kerok dari semua ini, statemen tersebut semakin memperkeruh apa yang telah  menimpa masyarakat dunia.

Belum lagi bermunculannya isu - isu konspirasi yang menganggap pandemi adalah kepentingan segelintir elit dalam mendapatkan pengaruh global, wah seram ya, panik atau kepanikan dianggap memiliki nilai jual, pandemi seakan berubah menjadi “Pandemi = panik demi COVID-19”. Dilain sisi,  virus - virus yang telah mendekam lama dibumi dimana merenggut korban hingga puluhan juta jiwa, namun tidak pernah membuat kita perduli atau sepanik ketika menghadapi COVID-19. (200511 – NDY, - kangen jalan – jalan,) To be continue…

CERITA DAN DRAMA COVID 19

sumber gambar : https://www.timescolonist.com

Melihat situasi dunia saat ini dengan kedatangan sang virus yang dinamakan Corona dan dalam beberapa bulan  berganti nama yang sangat keren menjadi Covid 19, mampu membuat seluruh dunia panik, ketakutan dan paling parahnya dalam tempo tiga bulan ekonomi crash/anjlok secara global, harga minyak turun drastis, rupiah melemah, dan  

IHSG yg tadinya bertengger 6000 sekaang terjun bebas di angka 4000, terjadi panic buying dimana – mana,  semua negara memberlakukan lockdown di negaranya masing - masing demi memperotek dan menghambat penyeberan siCovid 19 ini. Kondisi tersebut membuat diri saya dan mungkin seluruh penduduk dunia resah, covid 19 mampu menegaskan sirkulasi 10 tahunan anjloknya ekonomi dunia yang saya pahami  sejak tahun 1998, 2008 dan diawali kembali pada tahun 2018 dimulai dengan krisis keuangan global,  perang dagang, hingga puncaknya pada awal tahun 2020, covid 19  telah  mempertegas kembali rontoknya ekonomi secara global.

Melihat kejadian tersebut, bagi yang hobi nonton, kejadian serupa sebanarnya telah terpapar secara fiksi di film – film dunia, dan banyak pesan dapat kita ambil pelajaran dari film – film yang diproduksi oleh para sutradara terkenal, seperti mission impossible, designated survivors, war z, dan beberapa film lainnya yang menggambarkan dampak dari Industry Diseases, dimana virus yang dijadikan objek dan mampu dibuat sebagai senjata biologi pemusnah masal, virus yang dikembangkan dan diperjual belikan, virus yang disebarkan sebagai alat poitik, dan ada salah satu film lawas menarik “Contagion” yang dibintangi aktor Matt Damon, dimana ceritanya mirip apa yang teradi saat sekarang ini,  menyebarnya virus “MEV- 1” pada film tersebut, dalam waktu beberapa bulan mampu memberikan dampak kepanikan terhadap dunia. (Contagion dalam kamus – kamus internasional dapat diartikan sebagai penyebaran atau penularan).

Plot cerita “contagion” sangat menarik, titik awal penyeberannya berasal dari Hongkong, dan covid 19, awal berkembangnya dari Wuhan, China. Virus MEV- 1 dalam film cotagion juga merupakan zoologist virus, berkembang dari hewan seperti kelelawar. Ilustrasi penyebarannya dimulai dari makanan atau kotoran kelelawar yang diproduksinya telah terinfeksi dan jatuh kekandang babi, kemudian dimakan oleh babi tersebut, daging babi dibawa oleh sipeternaknya untuk dikirm kerestoran di Hongkong, dan virus tersebut bersentuhan langsung dengan chef atau kepala koki restoran, awal penyebarannya mulai teridentifikasi dari restoran di Hongkong yang pengunjungnya banyak dari wisatawan dunia, akhirnya mampu membawa wabah tersebut kenegara mereka masing – masing.

Dalam film contagion, WHO yang menjadi corong kesehatan dunia, menghimbau dan memberikan statemen untuk menjaga diri, tidak keluar rumah, mengunakan masker, hand sanitizer, dan kondisi yang sama saat ini ketika Covid 19 dinyatakan sebagai pandemi.

Dalam film tersebut, kondisi dimanfaatkan oknum tertentu untuk menambah kepanikan, dan pada akhirnya pemerintah memberlakukan lockdown dengan menutup kota yang telah terinfeksi secara masif. Kejadian cukup membuat kerancuan antara masyarakat dalam menghadapi kondisi tersebut. Pada  akhirnya dikarenakan tidak adanya kepastian yang mereka dapat dari pemerintah, terjadi tindakan  anarkis, dimana para penduduk kota tersebut mulai tambah panik, sehingga mereka menjarah setiap toko – toko dan apotik untuk bertahan hidup. Diujung film tersebut, akhirnya dunia mampu menciptakan vaksin untuk  menangkal penyebaran virus dan kondisi kehidupan duniapun kembali normal.

Apakah covid 19, kepanikannya juga akan berlangsung seperti difilm “contagion” ? 

Jawabannya iya, Covid 19 sangat sukses membuat kepanikan di masyarakat.  Baru-baru ini saya membaca berita dimedia lokal,  US dengan kasus penyebaran corona yang masuk dalam 10 besar dunia tersebut, cukup membuat masyarakatnya panik dan menariknya lagi, selain toko kebutuhan yang dipenuhi masyarakat, tokoh yang menjual senjata apipun juga laris dibeli oleh masyarkat Amerika, motif yang saya pahami, mereka takut terjadi keos dan mereka punya senjata untuk melindungi diri mereka masing dirumah.

Apakah akan separah itu ?

Beberapa ahli dari virology dan  tenaga medis, banyak yang menghimbau dan mengatakan bahwa virus ini dapat dilawan dengan meningkatkan anti body, imunitas kekebalan tubuh dengan cara hidup sehat, berolahraga terartur, tidur cukup, dan banyak mengkonsumsi vitamin. Pasien kronis umumnya adalah mereka yang berada pada usia lanjut dan memiliki penyakit – penyakit bawaan sehingga virus covid 19 yang masuk ketubuh mereka mampu memperparah keadaan bahkan bisa mengakibatkan kematian.  Obat untuk Covid 19 juga telah ada, yang katanya telah dibeli pemerintah Indonesia untuk mengobati rakyat Indonesia yang terinfeksi.

Kondisi kota Wuhan, menurut beberapa berita yang saya baca, sudah tidak ada kasus baru untuk covid 19, dan China sendiri mulai menawarkan bantuan - bantuan ke negara – negara yang mulai terjangkit wabah covid 19 ini, dan mereka menganggap mempunyai model untuk penanganan kasus per kasus.

Jhons Hopkins, media center yang mengamati kasus covid 19 sejak Januari 2020, mencatat (pertanggal 22/03/2020) sebanyak 307,280 kasus dari 171 negara, dan jumlah kasus yang sembuh sebanyak 97,378, dan meninggal dunia 13,049. Dari data tersebut persentase tingkat kesembuhan dari total adalah 31% dan kematian hanya 4,2%, namun penyebaran covid 19 dari hari kehari selalu bertambah. Saya bukan tenaga medis bahkan dokter sekalipun, tapi secara angka bisa dibayangkan bahwa tingkat kematian dari  covid 19 sangatlah kecil dan tingkat kesembuhannya walaupun tidak besar namun lebih besar dari angka kematian, artinya secara gamblang bisa disimpulkan bahwa pernyataan mengenai covid dapat dilawan dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh mungkin bisa dibenarkan.

Namun kenapa dunia bisa sepanik ini ya ?

Kepanikan timbul, dikarenakan berita dan daya sebar virus ini yang cukup cepat, sejak awal tahun 2020 sampai saat ini, China yang menjadi pusat penyebaran telah terindentifikasi sebanyak 81 ribu kasus, diikuti Italia 53 ribu kasus, US 26 ribu kasus, Spanyol 25 ribu kasus, Jerman 22 ribu kasus, Iran 20 ribu kasus, Prancis 14 ribu kasus, dan sisanya tersebar di belahan dunia lainnya. Komparasi yang saya ambil dari data WHO tentang penyakit lainnya seperti Tubercoulosis (TB), dalam catatan WHO penyakit TB telah memunculkan angka kematian penduduk dunia sebanak 4000 orang per hari, sekali lagi 4000 perhari ..tapi kenapa kita tidak sepanik Covid 19 ya dalam menghadapi kasus TB ini, apakah karena ini virus lama yang berganti nama baru.

Ada candaan menarik dari teman nun jauh disana, kenapa Italia menjadi negara kedua terbesar penyebaran Covid ? dengan gampangnya dia menjawab, "karena Italia telah menandatangani perjanjian dagang dengan China tahun 2019 lalu.. " Terus kenapa US bisa berada pada posisi ketiga ? "karena US telah memulai perang dagang dengan China tahun 2019 lalu "…wkkkk.

Apapun itu semoga badai ini cepat berlalu, tetap dirumah, tetap menjaga lingkungan agar slalu bersih, makanan yang bergizi, saling membantu antar sesama, banyak berdoa dan paling penting lagi jangan panik,  kepanikan hanya memberikan keuntungan bagi sipencipta kepanikan.  

Harapannya, dunia bisa segera seperti di film “contagion”,  segera membuat vaksin untuk Covid 19 agar keresahan dan kepanikan masyarakat dunia dapat teratasi..dan bagi yang ada uang banyak it’s good time for stock buying biar IHSG kita bisa recovery dan ekonomi kembali normal he..he.he (NDY,22/03/2020)…happy weekend, keep healthy & smiling

P.S : IHSG (Index Harga Saham Gabungan)

Bisakah Macan Hidup di Kandang Singa



Bisakah Macan Hidup di Kandang Singa

Bisakah macan hidup dikandang singa?, begitulah analogi yang tergambarkan ketika melihat hasil susunan kabinet Jokowi "Kabinet Indonesia Maju", politik identitas yang dimainkan dalam perhelaan Pilpres lalu bersimbiosis menjadi politik renyah yang dimainkan petahana dan mampu melakukan rekonsiliasi hingga dari lawan bisa menjadi pembantunya ..luar biasa ya.

Macan bisa akrab dengan singa, hal tersebut hanya bisa terjadi di Kebun Binantang, dimana ada para pawang yang mampu menjaga mereka lebih nyaman, lebih sehat dan tidak kelaparan, berbanding terbalik jika kedua binantang itu hidup di hutan rimba, dimana ketika lapar teman aja bisa jadi lawan. Dan itu mungkin yang menjadi kekhawtiran, ketika kondisi kebun binantang  tersebut berubah menjadi hutan rimba, tentunya kemungkinan besar tersebut bisa aja terjadi.

Terpilihnya Prabowo dalam Kabinet Presiden Jokowi, sebagai Menteri Pertahanan, Kementerian yang memiliki anggaran terbesar dari kementerian lainnya,  menjadi tanda tanya besar bagi para pendukung kedua belah pihak, ada apa seorang oposisi yang sangat keras dalam pertandingan politik lalu hingga akhirnya bisa berbalik mau menjadi pembantu Presiden. Pikiran positif mengatakan bahwa itu merupakan jiwa besar seorang Prabowo yang mau mengorbankan ego oposisinya untuk mengabdikan dirinya kepada negara tercinta dalam memberikan kontribusi sesuai kemampuan yang ia miliki.  

Pilpres di Indonesia kali ini bisa dikatakan merupakan yang paling keras dan akan menjadi bentukan sejarah sendiri. Puluhan trilunan rupiah anggaran dihabiskan untuk pemilihan, kemudian berujung  korban ratusan dari petugas atau panitia Pemilu meninggal dunia, dan tidak sedikit rumah tangga yang bubar, diputusin pacar akibat pemilihan kemaren he..he..he. Namun diakhir cerita perdebatan panas dalam beberapa bulan lalu, teriakan para politikus, para hujater, dan lain sebagainya berujung rekonsiliasi mutlak, semua bisa kembali akrab, diparlemen bisa santun dalam memutus RUU yang juga menjadi perdebatan  berujung demonstrasi yang juga memakan korban. Cape deh..!!!

Ada banyak yang mengatakan untuk apa diadakan Pilpres, toh akhirnya berujung seperti ini, lebih baik negosiasi atau sepakati aja diawal, dan anggaran puluhan triliunan rupiah untuk pemilihan kemaren mungkin sekian persennya dapat  digunakan alokasinya untuk bantu - bantu rakyat misikin. Prof. Effendi Gajali dalam ILC lalu mengatakan peristiwa yang terjadi di Indonesia merupakan hal unik, dan menurut beliau belum ada ilmunya dimana - mana.  

Dan menarik jika mendengar anekdot atau Jokenya Adrian Napitupulu di acara Mata Najwa lalu, “Wi..kemaren pilpres duit  gw habis banyak nih, bantu gw donk “, Ya udah Wo lo jadi pembantu gw mau gak, ntar gw kasih lo jadi Menteri paling ok deh, jawab Jokowi”, “ Ok deh kalo gitu”…he..he..he tapi itu hanya jokenya bang Adrian ya bukan beneran dan semoga aja tidak benar.

Tapi terlepas dari itu semua, salut dengan Presiden Jokowi, yang hampir 50 % kabinetnya dari kalangan professional dan mampu memangkas beberapa generasi dengan menempatkan orang – orang muda dalam lingkungan Kabinetnya dan merupakan  gebrakan yang sangat luar biasa. Polarisasi menunjukan bentuk keseriusan Presiden dalam mewujudkan pembangunan SDM yang berorientasi pada hasil.  Melihat perlambatan ekonomi global yang terjadi saat ini, tentunya harapan kedepan terhadap  para orang – orang muda tersebut agar dapat memberikan inovasi dalam menciptakan ruang baru dalam pembangunan sektror – sktror strategis  berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan orang – orang tersebut juga bukan orang sembarangan, mereka  telah membuktikannya dengan prestasi - prestasi dan segudang pengalaman yang mereka miliki.

Harapan kedepan tentunya kami sabagai masyarakat Indonesia, berharap Indonesia ini menjadi negara yang lebih maju lagi, rakyatnya Makmur,  pertumbuhan ekonomi semakin merata, dan yang paling penting terus ciptakan kondisi aman biar jadwal ngopi kita tetap asoi…Happy Weekend. (NDY, 26/10/19)

LEBARANKU



CATATAN LEBARANKU

 “ 1 Syawal 1440 H”

Satu bulan kurang sehari, Alhamdulillah kewajiban puasa di bulan ramadhan 1440 H berhasil saya selesaikan, walaupun ibadah ini terasa kurang sempurna kulaksanakan. Ketika berada di tanah air lebaran selalu memiliki khasanah budaya tersendiri.  Ramdhan dan Idul fitri adalah proses pensucian diri, ajang mempertajam silaturahim, dan hampir diseluruh kota di Indonesia merasakan nuansa tersebut serta mampu menggugah kesadaran kita untuk slalu mengasah, mempertajam kesempurnaan ibadah kita hanya semata kepada Allah SWT.

Tanggal 1 Syawal 1440, di Sofia jatuh pada tanggal 4 Juni 2019, selisih sehari dengan negara – negara asia seperti Indonesia. Pada malam lebaran biasa terdengar olehku gema takbir, Tahmid, namun malam Syawal kali ini hanya gema suaraku sorang yang terdengar demi menjaga agar nuansa kemenangan ini tidak sirna dalam jiwa.

Dan ini adalah kali pertamanya, di malam yang penuh berkah kemenangan, kududuk sendiri  di dalam apertemenku, begitu hening, malam ini adalah malam kebahagian bagi umat muslim, biasanya terdengar ditelingaku dentuman meriam sungai di Pontianak, pawai keliling di Manado dan rombongan masyarakat yang melakukan takbir keliling dari rumah kerumah, hingga aroma dapur – dapur emak kita yang membangkitkan  gairah kemenangan serta kebahagian.

Batinku bertanya kepada Allah SWT ? “ ya.. Allah berikan petunjuk bagiku, kenapa malam lebaran kali ini Engkau jauhkan diriku dari kedua orang tuaku, Engkau jauhkan diriku dari Isteri dan anak – anakku, dan engkau bikin diriku seperti tidak berkutik pada malam kemenangan ini”.  Dan pada malam itu saya hanya duduk diam, mencoba terus berpikir, merenung mencari petunjuk ada apa dengan kesendirianku”.

Keheningan  yang terus mengantarku untuk terus intropeksi diri, hingga tanpa terasa, sedih itu berujung mencari tahu apa makna dan esensi dalam budaya lebaran yang dilaksanaan jutaan penduduk muslim dunia saat ini.

Setelah lama merenung, aku mencoba mengisi keheningan malam dengan melihat berita – berita di tanah air. Kemeriahan dan kemenangan penduduk muslim di tanah air, sungguh membuat saya takjub, berita tanah air kali ini cukup membuat saya bangga sebagai bangsa Indonesia, dimana paska pemilu sampai dengan puasa Ramadhan, media yang saya lihat dari jarak ribuan km, hanya berisi konflik politik antara paslon yang berasa menang dan berasa kalah. Puncak politik praktis pada saat itu berujung kisruh antara pihak penuntut keadilan dengan aparat keamanan yang begitu memakan korban.

Namun kejadian perseteruan antara kepentingan, dirasakan seperti mengalami disintegerasi, dan apa yang  saya rasakaan, terlihat rakyat Indonesia seperti akan terpecah belah..bahkan samar terdengar bunyi referendum dari beberapa kota.

Mengamati Indonesia dari luar begitu terlihat jelas, terjadi polemik kebangsaan di Indonesia saat ini.  Seperti ada kekuatan besar yang berupaya untuk merontokkan nilai persatuan dan kesatuan yang terbungkus dalam Pancasila sebagai pilar kebangsaan bagi bangsa Indonesia. Kekuatan besar tersebut berusaha meruntuhkan nilai ke Bhinekaan yang mejadi dasar kekuatan bangsa ini.

Namun pada saat  malam lebaran, kekuatan Unity in  Divefrsity yang dimiliki bangsa ini kembali menguat, seluruh  media seperti berkomitmen  untuk memberitakan hal yang sama, muncul kekuatan saling memaafkan dan saling meminta maaf, seketika tak terdengar lagi teriakan para pencari Hak Asasi Manusia, tak terdengar lagi komplain para elit politik, tak terdengar lagi pencerahan pakar – pakar hukum, yang ada pada malam itu hanya teriakan – teriakan takbir, tahmid yang dilantunkan secara indah, “Allahu Akbar… Allahuakbar  walilla ilham …” .

Sungguh luar biasa malam 1 syawal 1440 H, Allah menunjukkan kebesaranNya, keagunganNya, bahwa malam itu adalah pemberian keistimewaan dariNya dan manusia seperti kaset yang bisa di putar kembali ke awal untuk menuju fitrah,  manusia seperti di charge kembali kesadarannya, terlihat olehku bahwa kebesaran umat beragama adalah toleransi, serta bentuk saling hormat – menghormati dan bagaimana membentuk cara untuk menghargai  antar sesama manusia, bahkan kepada seluruh makhluk ciptaanNya.

Keren… disinilah hakekat kebesaran sang maha pencipta Alam dan seisinya.  Tak henti – hentinya hati ini memuji dan terus bersyukur atas keagungaNYA, dan aku merasakan pada hari kemenangan ini adalah milik Allah yang diberikan sepesial kepada manusia sebagai bentuk self control.

Al Qur’an pada surah Al – Isra ayat 70, “Wa Laqad Karamna Bani Adam “ dan sesunggunya Kami muliakan anak – anak Adam. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia.

Entah kenapa terlintas dibenakku salah seorang tokoh fenomenal yang dimiliki oleh bangsa ini, Kh. Abdurahman wahid atau biasa akrab dipanggil Gus Dur. Beliau adalah sosok yang saya kenal sebagai sosok humanist dan humorist, joke – joke lucunya selalu memiliki makna sangat mendasar dalam tataran kehidupan bermasyarakat.

Sampai setelah dirinya di Impeachment / diturunkan, beliau masih memikirkan nilai – nilai kemanusian, walaupun kekuatan yang dimilikinya masih mampu mempertahankan dirinya untuk menjadi Presiden. Menurut Gus Dur untuk apa kekuasaan dipertahankan tapi rakyat akan menjadi korban, lebih baik saya kembali menjadi rakyat biasa, tapi hak – hak kamanusian yang dimiliki manusia masih tetap diperjuangkan. Paska wafatnya Gusdur, hampir semua tokoh – tokoh di Indonesia mengatakan hal yang sama, bahwa  seorang Gus dur selalu mengedepankan nilai kemanusiaan.

Sedikit banyak pada malam itu hampir seluruh ceramah – ceramah Gusdur ku putar kembali dan menemani serta menghibur  kesendirianku, Gus Dur mampu membuatku tertawa, membuatku berpikir secara mendalam,  bahwa budaya lebaran memiliki esensi dalam membangun kembali nilai kemanusian, dan ini berlaku untuk semua umat  manusia tanpa membatasi mereka dalam kelompok tertentu. Lebaran atau idul Fitri adalah refleksi diri.

 Dan pada akhirnya cerita – cerita Gus Durlah menemaniku pada malam itu,  serta mengantarkan tidur manisku di malam lebaran yang begitu indah. (NDY, 03062019)

DEMOKRASI Berujung “DEMONSTRASI + PROVOKASI”



geotimes.co.id



DEMOKRASI  Berujung  “DEMONSTRASI + PROVOKASI”  

Baru saja kita berduka atas meninggalnya lebih dari 500 anggota penyelenggara Pemilu, nah setelah hasil rekapitulasi perhitungan suara pada tanggal 21/05/2019 dini hari lalu, Pemilu 2019 kembali memakan korban, Demonstrasi yang berujung rusuh sepatutnya gak mesti terjadi di negara memiliki tingkat budaya toleran yang sangat tinggi,  provokasi menyesatkan lebih dominan dalam meluluhkan nilai demokrasi saat ini. Demokrasi dinilai  hanya melahirkan “Demo dan Provokasi semata”.. Sedih ya.

Ada apa dengan Pemilu Indonesia ?

Menjelang Pemilu sampai dengan pengumunan hasil  rekapitulasi,  rakyat hanya dipertontonkan dengan  dialog,  dan debat – debat para elite di Indonesia,  yang dianggap sebagai dagelan politik  dalam membangun opini publik, bahkan dengan bangga mereka mengatakan bahwa perdebatan tersebut adalah suara rakyat.

Tidak adanya kesepakatan antar elit berujung provokasi rusuh kepada masyarakat. Moral masyarakat selalu digelitik guna menaikkan tensi dalam menanggapi perhelatan pesta demokrasi,  dimana diujung kata demokrasi tersebut masyarakat kembali menjadi korban.

Demokrasi adalah proses dari komunikasi politik yang jika dilaksanakan secara definisi  utuh  tentunya akan  melahirkan suatu kebajikan politik dalam menentukan pemimpin,  namun sayangnya sejak Orde baru bahkan sampai saat ini,  saya mungkin termasuk orang yang belum merasakan demokrasi itu utuh.

Pemilu sebagai sarana demokrasi hanya merupakan mediasi bagi elit - elit bangsa ini dalam membangun kepentingan, ujung dari proses demokrasi hanyalah sebuah negosiasi. Pencoblosan,  perhitungan,  situng,  real count, quick count hanyalah sebagai alat teknis bahwa demokrasi di Indonesia itu nyata, dan tidak bisa ditepis bahwa masalah kempemiliuan itu terus ada.

Pesimis... Masyarakat Indonesia pada dasarnya masyarakat yg cinta damai,  kita tidak senang mengacau apalagi mengacaukan negara lain,  orang Indonesia itu kaya raya dan berhati besar.

Kehidupan ditataran sosial masyarakat nusantara sungguh sangat luar biasa, begitu toleran,   kita paling gak bisa lihat saudara kita susah,  kita paling gak bisa kedaulatan kita di usik,  nilai positif inilah  selalu dimanfaatkan oknum tertentu untuk merusak bahkan dijadikan modus sebagai alat  pemecah belah persatuan bangsa.

Sejak krisis moneter  lalu,  kehidupan sosial dimasyarakat cenderung makin menjadi – menjadi,  negara susah tapi rakyat tidak bangkrut,  masyarakat masih bisa kongkow,  silaturahmi masih terus berjalan,  ngopi bareng,  berdampak hanya ditataran urban, tapi masyarakat daerah, perdesaan, kampung, kehidupan secara ukhuwah masih bisa bertahan, mereka masih survive dengan pekerjaannya. Saya masih bisa makan nasi dengan bebek /ayam kampong seharga 15,000 di Mantingan,  saya masih bisa menikmati nasi + Ikan asam pedas di Pontianak,  saya bisa ngopi seharga 8000 rupiah di Manado, nasi kucing Jogja masih sangat dinikmati mahasiswa,   bahkan di pinggiran Jakarta saya bisa menikmati sarapan nasi uduk dan bubur ayam murah. 

Artinya apa,  masyarakat Indonesia itu selalu siap dan peka dalam kondisi apapun,  kuat secara sosial,  ini yang menjadi momok kekhawatiran para kaum yg tidak menyukai bangsa ini.

Indonesia adalah negara yang beradab dan memiliki peradaban. Siapa pun yg memimpin negeri ini adalah orang yang sangat beruntung, karena tatanan sosial masyarakat telah terbangun sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu, dan masyarakat memilki karakter budaya yang begitu membumi.

Demokrasi yang berujung “demonstrasi dan provokasi” tidak sepatutnya terjadi apalagi membangun kerusuhan yang memakan banyak korban.

Nusantara adalah gambaran “Surga”, kepada para “Elit” politik negara ini, cukuplah anda bermain di rana anda, jangan rusak surga masa depan untuk anak cucu bangsa ini,  jangan lukai rakyat Indonesia yang kaya raya ini.. Sudahilah. (Sofia, 22/05/2019)

HUBUNGAN LUAR BIASA INDONESIA - MOZAMBIK



(01/05/2018) - Libur Mayday kali ini sarat dipenuhi teriakan - teriakan menentang unskill Labor dari China yang dindetifikasi secara illegal masuk ke Indonesia, menimbulkan pertanyaan kecil di kepala saya apakah Indonesia hanya fokus meningkatkan hubungan bilateralnya dengan China. Jika dilihat dari hubungan diplomatik yang telah dibangun berbagai belahan Negara di dunia  dan marwah politik “bebas aktif’ luar negeri Indonesia tentunya persepsi tersebut tidaklah muda didefinisikan atau dilihat sebelah mata. Kompleksitas masalah tersebut memotivasi saya untuk mencoba  berinteraksi besama mbah google untuk mengenal benua – benua besar di dunia yang terikat memiliki hubungan Bilateral dengan Indonesia. Saya mulai dari yang paling jauh, Benua Afrika, salah satu benua terbesar di dunia dengan kehidupannya sangat berdinamika dan beberapa Negara masih mengalami kesenjangan sosial, ekonomi dan Politik, dan mata saya tertuju sebuah Negara kecil berbatasaan dengan Afrika Selatan, Mozambik.

Mengapa  Mozambik ?  ibukota Maputo total penduduk berdasarkan sensus tahun 2014 adalah sebesar 24 juta jiwa. Negara diperkirakan  lahir pada pertengahan abad ke - 18 bernama  Laureco Marques,  semakin meningkatnya perdagangan dan dibukanya jalur kereta Afrika Selatan berefek jumlah penduduk terus meningkat dan pada kisaran tahun 1898 kota ini beralih nama menjadi Mozambik.

Mozambik adalah Negara jajahan Portugal/Portugis, memiliki sedikit kesamaan dengan daerah atau kota yang saya tinggal saat ini, sama - sama kota pesisir laut dan pernah  didatangi Portugis. Portugis menjajah Mozambik diawali dengan kedatangan Vasco De Gama ke pulau tersebut pada tahun 1505 selama 4 (empat) abad. Dan pada tahun 1975 melalui FRELIMO kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan Mozambik pada tahun tersebut terjadilah Revolusi Ayelir sekaligus mendeklarasikan kemerdekaan  Mozambik.  Namun walaupun merdeka dari Portugis, peninggalan – peniggalan Portugis masih teteap menyatu dipemerintahan bahakan rakyat Mozambik sendiri, dari bahasa yang digunakan adalah Portugis dan katedral – katedral peninggalan Portugis masih terawat dan masih memberikan arti terseindiri, saya merasakan bahwa pada saat itu Portugis membawa misi yang begitu komplit dan empat abad bukan waktu singkat untuk melupakan bekas sebuah penjajahan.

Pengaruh Angola dan Soviet membuat system pemerintahan setelah kemerdekaan 1975 menganut gaya komunis Lenin dan Stalin, tapi itu tidak berlansung lama, terjadi lagi gejolak sehingga melahirkan perang sipil sampai dsengan 1990, akhirnya rezim komunispun runtuh sampai dengan tahun 1992. Setelah melakukan persiapan internal pada tahun 1994 negara ini melaksanakan Pemilihan Umum (PEMILU) pertama dengan menganut system multi partai, dan itu  merupakan Pemilu demokrasi pertama Mozambik, yang kembali kepada system persemakmuran , menganut system semi Presidensial dan legislatif lebih dikenal dengan majelis Republik.

Mozambik sampai saat ini masih dilanda krisis sosial dari indeksasi yang dilakukan PBB, Mozambik masih mengalami  beberapa permasalahan, dari Pembangunan Manusia, kesenjangan sosial dan usia harapan hidup. Menelisik permasalah sosial yang ada menandakan Mozambik sangat perlu mendapatkan perhatian Dunia,  dari periodik pertumbuhan Negara tersebut sejak terjadinya transisi pemerintahan pada tahun 1994, proses tersebut masih bisa dibilang masih balita. Mengaca dari Negara berkembang lainnya, hampir rata- rata pergerakan kemajuan segala bidang rata seperti Indonesia aja berproses bertahan hampir 73 tahun sejak kemerdekaan pada tahun 1945.

24 tahun pemerintahan menunjukkan Negara seperti Mozambik memiliki grafik pertumbuhan yang sangat bagus seperti meniti tangga menuju kesuksesan, jika dilihat dari kekayaan dan sumber daya alam sangat berpotensi, banyak pengamat dunia mengatakan  akan menembus resistensi perdagangan pada tahun 2030 untuk lebih meramaikan pasar global dan Mozambik adalah salah satu market yang dilirik Negara – Negara maju Dunia.

Pertumbuhan ekonomi Negara ini bisa dikatakan terus mengalami kemajuan, dari data PDB  nominal sebesar 35 Juta USD, dan PDB perkapita 419 USD (source  : wikipedia), angka yang relative masih kecil jika dibandingkan dengan Negara berkembang lainnya, namun angka tersebut dari proses pembangunan 24 tahun pemerintahan termasuk mengalami peningkatan.

Perdagangan aktif Mozambik telah mengekspor beberapa komoditi unggulan diantaranya adalah Batu bara, Kapas, Gula, Chrome dan Kopra. Sedangkan dari sisi Industri mereka memiliki Industri besar seperti semen, Pottery, Furniture, sepatu, dan Karet. Mozambik sampai dengan saat ini adalah pioneer dari perdagangan aktif bersama Afrika selatan. Saya belum pernah kesana namun dapat dirasakan pemerintahannya begitu  aktif dalam memperjuangkan dan membagun Mozambik  agar terus dikenal dunia..

Hubungan Bilateral Indonesia dan Mozambik telah terjalin baik, Indonesia membangun hubungan diplomatic sejak tahun 2010 setelah diresmikannya Kedutaan besar RI di Maputo. Dalam perjalan hbungan bilateral, kedua negara telah menandatangani beberapa nota kesepahaman dan MoU yang diantaranya adalah “Masalah Pencegahan dan Pemberantasan Lintas Negara”, serta telah melakukan beberapa kali Sidang Komisi Bersama (SKB) dalam membahas masalah Ekonomi, Investasi dan Sosial Budaya.

Nilai perdagangan kedua Negara cukup signifikan tembus di angka  USD 150 Juta sejak tahun 2010. Pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 34 Juta USD, indikasi penurunan tersebut terkait dengan masalah – maslah tariff yang belum mencapai kesepakatan, Indonesia juga telah melakukan investasi sebesar 12 Juta USD pada sektor gas .

Pada tahun 2017 melalui Menteri Luar negeri Indonesia, Ibu Retno Marsudi melakukan kunjujngan kerja ke- Mozambik guna untuk memperbaiki hubungan perdagangan kedua negera. Dalam kunjungan MENLU sangat fokus membahas point kerjasama dalam berbagai sektor. Terdapat 7 (tujuh) point kerjasama yang disepakati kedua belah pihak ; 1) sektor Energi, 2) bea Tarif, 3) Industry Strategis, penjualan Tank Anoa, dan Kapal fast Track buatan Indonesia, 4) Gerbong Kereta Api, Indonesia memiliki industry gerbong kereta api yang telah diakui dunia, 5) Sekurity Doukumen (Pencetakan uang), 6) Forward Processing untuk komoditas kapas di Mozambik, 7) Impor bahan baku.

Dari tujuh point kerjasama tersebut Indonesia akan memprediksi pada tahun 2018 nilai perdagangan secara ekonomi akan mengalami peningkatan dan kerjasama kedua Negara akan terus berlangsung baik,  Afrika adalah sasasaran Politik Luar Negeri Indonesia dan afrika adalah pasar besar global yang perekenomian selalu meningkat sebesar 6 sd 7% pertahun.

Dari hubungan Bilateral yang telah terbangun tersebut tentunya Indonesia tidak mengkultuskan pembangunan pada satu Negara, Politik bebas Aktif luar negeri Indonesia begitu aktif menciptakan adrenalin positive bagi rakyat Indonesia bahkan Dunia.

Oleh : Endy Zulham Tobing
           01/05/2018
****