Latest Posts

Kota Pontianak Kembali Berwibawa

By January 19, 2018





Sungguh takjub .. melihat kemajuan – kemajuan yang terjadi beberapa tahun ini di Kota Pontianak, setelah sekian tahun meninggalkan kota bersejarah ini, begitu banyak melihat perubahan , bersih, rapi, bebas pungli, pelayanan publik yang terarah , tata kota yang begitu terukur dan masih banyak lagi hal – hal lain yang sangat membanggakan.

Jika melihat Pontianak dari sejak saya lahir sampai dengan era 1990 an sangat begitu bernuansa dan indah, dimana aliran – aliran sungai dari Sei Kakap, Sei jawi s/d pasar besar seng hi bisa kita lalui dengan menggunakan transportasi air, dan itu menarik serta beribawa sebagai sebuah ibukoto provinsi dimana belum tentu kota – kota lain di Indonesia memiliki potensi yang sama untuk di jadikan kota pariwisata air seperti di Vanesia. Indah sekali, dulu masyarakat bisa menikmati keindahan – keindahan sungai di Pontianak, melihat orang – orang mancing, anak – anak berenang, dan Jhonson (istilah motor speed pada waktu itu) , motor air berkeliaran seperti ketika kita melihat transportasi Air di Bangkok, Thailand.

Melirik sejarahnya, pada era peradaban kolonial, Belanda membangun Varkendepaal atau kawasan lahan seribu yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan colonial Belanda dan perdgangan pada kawasan tepian sungai.

Kolonial Belanda pada saat itu juga banyak membangun ratusan kanal atau parit yang terbentang pada setiap aliran sungai di Pontianak, selain sebagai akses parit tersebut berfungsi sebagai aliran pengairan sungai agar tidak mudah banjir. Dan sejak masa peradaban itu mereka juga sudah bisa melihat bahwa kota Pontianak ini adalah kota air mungkin dari itu tidak banyak bangunan besar seperti peninggalan Belanda pada kota –kota lain yang ada di Nusantara ini.

Namun apa yang terjadi, sejak era 1990 kedepan, kurangnya sosok seorang yang visioner dalam menerawang masa depan kota., betapa besarnya potensi yang di miliki Pontianak dengan kanal -kanalnya. Pembangunan mulai tanpa arah, banyaknya aliran – aliran sungai ditutup, hanya memprioritaskan membangun dan membangun, mungkin pada saat itu mereka tidak memiliki seorang arsitek yang handal dan hanya mengunakan rekaan matematis bahwa setiap sudut boleh dibangun tanpa melihat sisi planology kota, dampaknya drainase – drainase yang ada tidak berfungsi dan pusat – pusat kota yang tadinya tidak pernah tergenang mulai dirasakan banjir.

Sangat miris dirasakan kehidupan saat itu, Pontianak seperti kehilangan sesuatu yang menarik, kota yang memiliki ikon sungai itu tidak tampak dan berubah menjadi kota penuh ruko dan pusat perbelanjaan. Bayangan –bayangan indah masa lalu seperti sirna dengan memandang hanya sungai jawi yang masih berada dalam kota, namun kotor, jalannya sesak dengan kendaraan dan PKL, serta limbah berkeliaran didalam sungai.

Sejak kembali ke Pontianak pada tahun 2016, lebih kurang sepuluh tahun meninggalkan kota kelahiran tercinta ini, saya lebih merasakan perbedaan yang begitu drastis, dan mengembalikan emosi ceria saya dalam melihat perubahan tersebut.

Kota ini kembali bersih, banyaknya jalan – jalan baru dan para pedagang kaki lima diatur sedemikian rupa hingga tidak macet, kemudian sungai yang tadinya kotor sekarang sudah mulai aktif, setidaknya anak –anak sudah mulai banyak yang berenang., dan aktifitas sungai mulai tampak seperti dulu walaupun tidak sederatis yang dibayangkan.

Sejak era baru kota ini kembali menunjukkan kewibawaannya sebagai ibukota provinsi Kalimantan Barat yang hampir puluhan tahun hilang tanpa jejak. Target –target pembangunan rata telah tercapai. Dan yang menariknya lagi depan korem atau lebih dikenal sekarang sebagai taman alun -alun kapuas dulunya hampir tidak pernah saya jejaki lagi dikarenakan banyaknya preman, tukang palak dan PKL namun saat ini menjadi tempat nongkrong favourite untuk dikunjungi, kondisi nyaman, bersih, dan aman.

Tatakota dan tata kelola yang sungguh luarbiasa, ini menggambarkan pola para pengatur kota ini orang – orang yang cinta akan kotanya dan peduli akan keramahan lingkungan dan memiliki misi dan visi mungkin untuk 50 tahun kedepan dapat di nikmaati sampai keanak cucu kita, harapannya agar para pemimpin kedepan dapat mempertahankan kewibawaan kota Pontianak tercinta (NDY, 17/01/2018)

You Might Also Like

0 comments